MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpomengatakan, sumber daya manusia (SDM) pertanian harus terus memperbarui pengetahuan. “Pengetahuan terus berkembang, termasuk di sektor pertanian. Oleh sebab itu, penting sekali setiap SDM untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan. Tantangan global akan penyakit zoonosis memerlukan kolaborasi yang kuat dalam pencegahan dan pengendaliannya, karena terkait erat dengan kesehatan hewan, kesehatan manusia dan lingkungan kita Bersama.
Sejalan dengan itu Kepala BPPSDMP dalam arahannya menyampaikan “tiga pengungkit produktivitas adalah sarana prasarana dan inovasi teknologi, kedua peraturan perundangan yang mendukung dan yang terpenting adalah SDM pertanian baik petugas, petani, penyuluh, dan lainnya,” tegas Dedi. Sumberdaya manusia harus terus adaptif terhadap perkembangan dunia, dimana pergerakan manusia, hewan dan produk hewan meningkat karena meningkatnya perjalanan dan perdagangan nasional, regional dan internasional yang dapat mempengaruhi kesehatan hewan dan kesehatan manusia dalam arti luas.
Menyikapi situasi tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian bersinergi dengan Kemenetrian Kesehatan melalui Balai Pelatihan Kesehatan(BAPELKES) Cikarang menggelar Pelatihan Investigasi KLB/Wabah Terpadu dengan Pendekatan One Health yang berlangsung tanggal 23 Mei – 3 Juni 2022. Peserta berasal dari enam kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Pati, Kabupaten Klaten, Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Krawang Barat dengan jumlah peserta 30 orang. Adapun asal peserta dari profesi kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan, yaitu dari puskesmas, puskeswan, UPT teknis kesehatan dan kesehatan hewan serta dari Dinas Kesehatandan Dinas Pertanian yang membidangi fungsi kesehatan hewan. Sedangkan pengajar berasal dari lintas sektor antara lain Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator PMK, Indonesia One Health University Network (INDOHUN), Dinas Kesehatan dan Dinas Perikanan dan Kelautan Kulon Progo, dan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara.
Metode pelatihan diterapkan dengan metode blended learning, yaitu pemberian materi secara daring dan pada akhir pelatihan dilakukan Praktek Lapang dengan simulasi kasus zoonosis di lokus selama tiga hari. Akhir sesi pemaparan hasil praktek lapang oleh masing-masing kelompok kabupaten.









