MARGOPOST.COM | Bogor – Tugas peningkatan kualitas SDM Pertanian merupakan tugas bersama lintas sektor yang perlu diupayakan bersama-sama antara pihak pemerintah, swasta, dan juga masyarakat. Hal ini yang selalu ditekankan oleh Menteri Pertanian, Bapak Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., dalam beberapa kesempatan, dimana Mentan menyatakan sudah saatnya pembangunan SDM Pertanian digarap bersama-sama bersama semua stake holder sector pertanian.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr, mengatakan kegiatan ini akan mendukung 3 program aksi BPPSDMP untuk mencapai visi dan misi yang dicanangkan Presiden RI dan Menteri Pertanian.
Dalam rangka mempercepat tersedianya tenaga kerja yang handal dibidang pertanian yang menjadi tuntutan di dunia kerja dan dunia usaha, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (POLBANGTAN YOMA ) bekerjasama dengan Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Kementerian Pertanian menyelenggarakan sertifikasi profesi pengawas bibit ternak yang diselenggarakan dari tanggal 10 – 13 Agustus 2022 di POLBANGTAN YOMA.
Peserta yang mengikuti sertifkasi pengawas bibit ternak berasal dari alumni mahasiswa POLBANGTAN YOMA dari prodi teknologi produksi ternak tahun 2022 yang berjumlah 34 orang yang memenuhi persyaratan uji kompetensi bidang Pengawas Bibit Ternak .
Kegiatan sertifikasi ini diawali dengan Pra esesmen dengan mengisi form biodata calon peserta sertifikasi kompetensi, persyaratan yang sudah ditentukan sesuai dengan prosedur baku dan kelengkapan fortofolio lainnya. Rapat awal dengan tim Tempat Uji Kompetensi (TUK) POLBANGTAN YOMA melalui zoom dilakukan untuk mengetahui kesiapan dari tim TUK dalam menyelenggarakan uji kompetensi untuk kompetensi Pengawas Bibit Ternak.
Selanjutnya bila pra asesmen telah dilakukan maka pengumpulan alat bukti dilakukan dengan berbagai metode yang ada, bisa melalui ceklis observasi, verifikasi fortofolio, daftar pertanyaan baik lisan atau tulisan guna menggali potensi yang ada pada masing- masing peserta sertifikasi. Selanjutnya dilakukan keputusan asesmen yang tediri dari keputusan dan umpan balik asesmen, umpan balik dari asesi sehingga berita acara dari masing – masing kegiatan asesmen yang dilakukan dibuat sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan oleh masing – masing asesor. Akhir dari tahapan asesmen ini berupa laporan dan peninjauan asesmen yang telah dilakukan.

Pelaksanaan uji kompetensi di POLBANGTAN YOMA alhamdulillah berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal yang disepakati oleh Tim TUK dan TIM LSP Pertanian Kementerian Pertanian serta tim asesor, hal ini didukung oleh Tim TUK POLBANGTAN YOMA yang sudah sering melaksanakan kegiatan sertifikasi.
Harapan kedepan dengan diselenggarakannya sertifikasi kompetensi ini menjadi sarana bagi para peserta sertifikasi dari POLBANGTAN YOMA dalam mensikapi sekaligus menghasilkan tenaga-tenaga terampil bidang pengawas bibit ternak yang menjadi tuntutan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha yang sedemikian komplek di jaman milenial ini. ( YNW )









