BPPSDMP DAN DITJEN PKH BERSAMA MENINGKATKAN KOMPETENSI PETUGAS PEMOTONG DAGING MELALUI SERTIFIKASI BUTCHER

MARGOPOST.COM | Bogor – Kementan RI terus memastikan bahwa ketersediaan pangan harus memiliki kualitas yang memenuhi standar, salah satunya adalah pangan harus Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) terutama untuk pangan hasil peternakan. Selain jenis daging, cara penyembelihan juga menjadi unsur penting dalam menentukan kehalalan daging hasil ternak.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan bahwa sumber daya manusia pertanian harus terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. “Pertanian harus terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Salah satu parameter melalui sertifikasi, momentum ini harus di manfaatkan sebaik-baiknya,“ ujar SYL.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan sumber daya menusia pertanian merupakan titik awal untuk kemajuan Pertanian Indonesia dan BPPSDMP menjadi garda terdepan dalam peningkatan kapasitas SDM Pertanian, salah satunya dibuktikan melalui sertifikasi.

Mendukung program tersebut Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara – Bogor melaksanakan kegiatan Uji Kompentensi pemotong daging melalui Sertifikasi Butcher yang dilaksanakan oleh Tempat Uji Kompetensi (TUK) BBPKH Cinagara bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan (PKH) pada tanggal 01 – 04Oktober 2022 yang diikuti oleh 32 orang berasal dari berbagai Provinsi yaitu Provinsi Sulawesi Selatan 18 orang, Provinsi Kalimantan Tengah 2 orang,, Provinsi Jawa Barat 5 orang , Provinsi Banten 4 orang, Provinsi Jawa Tengah 2 orang dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta  sebanyak 1 orang

Pembukaan Sertifikasi Butcher dilakukan oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) yang diwakili oleh Kepala Bagian Umum  Tedy Cahyo SW, S.Pt., MP pada tanggal 01 Oktober 2022 bertempat di Aula Cendrawasih BBPKH Cinagara yang dihadiri oleh Asesor, Ketua TUK, Admin TUK dan peserta uji kompetensi.

Pada kesempatan pembukaan tersebu Kepala Balai BBPKH yang diwakili Kepala Bagian Umum menyampaikan harapan yang besar agar peserta menunjukan kemampuan dan keahliannya agar mendapat hasil terbaik yaitu Kompeten. “ Pada kesempatan yang baik ini semua peserta diharapakan kompeten karena selain keahlian yang akan ditonjolkan peserta dalam menjalankan sertifikasi Butcher ini penilaian dilakukan terhadap atitude, ketermpilan dan kemampuan peserta dalam mengolah daging”’ ujar Tedy yang dilanjutkan membuka kegiatan sertifikasi secara resmi.

Sebelumnya ketua asesor kompetensi Butcher Soni Handoko menyampaikan penilaian selain unit kompetensi sesuai dengan SKKNI akan dilakukan juga penilaian terhadap 3 aspek yaitu perilaku, sikap dan pengetahuan peserta dalam mejalani sertifikasi Butcher.

Seorang yang memiliki profesi Butcher harus mampu dalam pengembangan diri, pengembangan interaksi sosial, penanganan pasca potong hewan, pelaksananna pemotongan karkas dan penilaian daging, pengelolaan dan penangan produk, mengoperasikan peralatan serta proses pengolahan daging.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *