MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian Prof. Syahrul Yasin Limpo berharap berbagai upaya mitigasi yang dilakukan bersama pemerintah daerah dapat secara optimal menekan penyebaran PMK di sejumlah wilayah dan mengantar kembali Indonesia sebagai negara bebas PMK. Menindaklanjuti hal tersebut BPPSDMP Melalui BBPKH Cinagara bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel menyelenggarakan Pelatihan Pengendalian PMK selama 3 hari (tanggal 2 – 4 Juni 2022). Pelatihan dibuka oleh Kapus Pelatihan Pertanian BPPSDMP Ibu DR. Ir. Lely Nuryati. M.Sc. Pelatihan diikuti oleh Medik Veteriner. Paramedik Veteriner, Petugas Peternakan, Penyuluh peternakan berjumlah 30 peserta secara offline dan 135 peserta secara online. Pelaksanaan pelatihan offline di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel. Dalam arahan Ibu Kapuslatan meminta selain materi utama juga disampaikan Fatwa MUI tentang Penyembelihan hewan kurban dalam kondisi PMK saat ini. Dan meminta seluruh penyuluh dan Petugas Peternakan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar suasana Idul Qurban tahun ini berjalan kondusif.

Pembukaan dihadiri oleh Ka. BBPKH Cinagara Dr. Wasis Sarjono, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel Ibu Tri Wahyuni. SP. M. Si, Kabid Peternakan Bapak drh. Judnaidi. Pengendalian PMK di Provinsi Babel berjalan efektif, Strategi yang diterapkan oleh Plt. Gubernur Babel dengan membetuk Satgas yang melahirkan kolaborasi antar stakeholder dan peternak berjalan sangat cepat dan efektif. Dalam sambutan Ka. BBPKH Cinagara, mengajak seluruh peserta untuk menyamakan persepsi, menyepakati Strategi dalam pengendalian PMK dengan difasilitasi oleh Narasumber profesional baik dari BBPKH Cinagara, Direktur Kesehatan Hewan, Direktur Kesehatan masyarakat Veteriner, BBVET Wates DIY, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, sehingga setelah pelatihan, kompetensi dan komitmen Petugas akan lebih efektif dalam pengendalian PMK.






