BPPSDMP KEMENTERIAN PERTANIAN MENCETAK TENAGA ASISTEN PENGAWAS KESMAVET YANG BERPERAN MELAKUKAN PENGAWASAN KEAMANAN PRODUK HEWAN

MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian Prof. Syahrul Yasin Limpo, menegaskan, pengembangkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional, berdaya saing, dan berjiwa enterpreneur tinggi adalah kunci agar sektor pertanian jadi semakin baik. “Intinya ada di SDM. Dari SDM yang baik akan hadir tata kelola yang baik, dan adaptif, yang sesuai dengan tantangan zaman,”.  Sementara itu Kepala BPPSDMP Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan keberhasilan pembangunan pertanian tak lepas dari peran semua pihak. SDM Pertanian memberikan kontribusi yang cukup baik dalam mendukung program pembangunan pertanian. Sebanyak 30 peserta Pelatihan Keamanan Produk Hewan bagi Asisten Pengawas Keamanan Produk Hewan sedang menempuh proses pembelajaran di salah satu UPT BPPSDMP Kementerian Pertanian yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara dari tanggal 5 sampai 10 Juni 2022.  Syarat peserta selain pendidikan, adalah telah berpengalaman di bidang kesehatan masyarakat veteriner selama satu tahun.  Peserta berasal dari provinsi DKI Jaya, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Saat ini perkembangan unit-unit usaha produk peternakan di semua wilayah Indonesia sangat pesat seiring dengan kebutuhan masyarakat diaspek segmen bisnis pangan.  Namun demikian pangan asal hewan merupakan bahan pangan yang mudah rusak dan memiliki potensi bahaya bagi mahluk hidup dan lingkungan karena mudah tercemar secara fisik, kimiawi dan biologis sehingga harus dilakukan pengawasan terhadap unit usaha produk hewan dan pengawasan peredaran produk hewan.  Adapun pegawasan di unit usaha produk hewan dilakukan pada tempat budidaya hewan perah dan pemerahan susu, tempat budidaya unggas petelur dan produksi telur, Rumah Pemotongan Hewan, tempat budidaya sarang burung wallet, tempat produk pangan non pangan dan tempat pengolahan pangan segar asal hewan lainnya (horeka), dudang pendingin dan alat transportasi pangan. Mengingat bahaya yang mengancam terhadap kesehatan masyarakat, sehingga diperlukan asisten pengawas kesmavet yang akan membantu dokter hewan pengawas kesmavet dalam melakukan wewenangnya yang meliputi menunda atau mengentikan proses produksi, mengambil contoh dan memeriksa produk hewan yang dicurigai, memeriksa dokumen, menunda dan menghentikan alat angkut, menahan dan memusnahkan produk hewan yang terbukti mengandung bahaya, memberikan saran perbaikan terhadap kekurangaan yang ditemukan, mengusulkan pencabutan izin unit usaha peternakan dan mengusulan pencabutaan Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *