BPPSDMP KEMENTERIAN PERTANIAN PERSIAPKAN PELATIH DARI 32 PETUGAS LAPANGAN DALAM HAL RESPON ZOONOSIS PRIORITAS DAN PENYAKIT INFEKSIUS BARU (PIB) DENGAN PENDEKATAN ONE HEALTH

MARGOPOST.COM | Bogor – Mentan Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa pertanian maju, mandiri, modern mensyaratkan adanya proses pembelajaran yang tak pernah berhenti. Dua hal penting adalah proses learning lewat sekolah dan unlearning melalui percontohan. Hal ini dikuatkan oleh pernyataan Kepala BPPSDMP Prof. Dedi Nursyamsi yang mengatakan keberhasilan pembangunan pertanian tak lepas dari peran semua pihak. SDM Pertanian memberikan kontribusi yang cukup baik dalam mendukung program pembangunan pertanian. Dalam mewujudkan hal tersebut BBPSDMP menekankan kepada UPT Pelatihan untuk berperan aktif dalam mewujudkan perannya selaku penyelenggara pelatihan yang secara langsung terjun dalam meningkatkan kapasitas SDM Pertanian.


Pada hari Senin 19 September 2022 dilaksanakan pembukaan ToT Respon Zoonosis Prioritas dan Penyakit Infeksius Baru (PIB) dengan Pendekatan One Health Bagi Petugas Lapangan dilaksanakan sampai tanggal 23 September 2022 di BBPKH Cinagara. Pelatihan ini merupakan Kerjasama antara BBPKH Cinagara, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan serta FAO ECTAD. Dengan dilaksanakannya ToT Respon Zoonosis Prioritas dan Penyakit Infeksius Baru (PIB) dengan Pendekatan One Health Bagi Petugas Lapangan diharapkan dapat meningkatkan kompetensi teknis petugas kesehatan masyarakat, kesehatan hewan dan kesehatan satwa liar dalam merespon zoonosis prioritas dan PIB di wilayah kerjanya dengan pendekatan one health dan juga memfasilitasi Calon Pelatih/Trainer dari petugas kesehatan masyarakat, kesehatan hewan dan kesehatan satwa liar dalam merespon zoonosis prioritas dan PIB dengan pendekatan one health secara interaktif sesuai kurikulum
Peserta pelatihan ini sebanyak 32 peserta yang berasal dari Dirjen PKH Kementerian Pertanian, 4 Peserta, BPPSDMP Kementerian Pertanian, 2 Peserta, Direktorat Pencegahan Pengendaian Penyakit menular, Kementerian Kesehatan, 1 Peserta, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Kesehatan, 1 Peserta, Dinas Provinsi yang Membidangi Kesehatan Ternak, 12 Peserta dari 6 Provinsi, Dinas Kesehatan Provinsi, 6 Peserta dari 3 Provinsi, Balai Konservasi provinsi, 8 Peserta dari 4 Provinsi.

Selama mengikuti pelatihan peserta ToT akan diberikan 94 Jam pelajaran meliputi materi Kelompok Dasar 4 Jp berisikan Kebijakan Pencegahan Pengendalian dan Pemberantasan Zoonosis Prioritas dan PIB bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat, Standar Pelayanan Minimal Bencana Alam dan Pengembangan SDM dan Kelompok inti 38 Jp terdiri dari Identifikasi Zoonosis Prioritas dan PIB, Ancaman Pandemi, Implementasi Pendekatan One Health, Investigasi terhadap Zoonosis Prioritas dan PIB, Manajemen respon terpadu terhadap zoonosis prioritas dan PIB, Penyusunan Laporan Terpadu dan Teknik Melatih serta Kelompok Penunjang 4 Jp Rencana Tindak Lanjut. Semua materi tersebut disampaikan oleh Widyaiswara, Fasilitator dan Narasumber dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular – Kementerian Kesehatan, Direktorat Bina Adwil – Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Kesehatan Hewan, Dirjen PKH – Kementerian Pertanian, Direktorat Kesmavet, Dirjen PKH – Kementerian Pertanian, Pusat Pelatihan Pertanian, BPPSDMP – Kementerian Pertanian, Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat dan Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *