MARGOPOST.COM | Bogor – Mentan Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa pertanian maju, mandiri, modern mensyaratkan adanya proses pembelajaran yang tak pernah berhenti. Dua hal penting adalah proses learning lewat sekolah dan unlearning melalui percontohan. Hal ini dikuatkan oleh pernyataan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi yang mengatakan keberhasilan pembangunan pertanian tak lepas dari peran semua pihak. SDM Pertanian memberikan kontribusi yang cukup baik dalam mendukung program pembangunan pertanian. Dalam mewujudkan hal tersebut BBPSDMP menekankan kepada UPT Pelatihan untuk berperan aktif dalam mewujudkan perannya selaku penyelenggara pelatihan yang secara langsung terjun dalam meningkatkan kapasitas SDM Pertanian.
Untuk Itu BPPSDMP melaksanakan penyusunan Materi Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh dengan tema “Pemanfaatan KUR untuk Agribisnis”. Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, dihadiri oleh Direktur Pembiayaan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Asisten Deputi Pembiayaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Kepala Departemen Pengelolaan Sistem Informasi, Otoritas Jasa Keuangan; Direktur Bisnis Mikro, Bank Rakyat Indonesia; Kepala UPT Lingkup Pusat Pelatihan Pertanian; Koordinator Widyaiswara UPT Lingkup BPPSDMP; Koordinator dan Subkoordinator Lingkup Pusat Pelatihan Pertanian.
Penyusunan Materi Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh dengan tema “Pemanfaatan KUR untuk Agribisnis” yang dilaksanakan secara hybrid di Hotel D’Anaya pada tanggal 13 – 14 Mei 2022. Adapun hasil kegiatan tersebut antara lain : Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh dengan tema “Pemanfaatan KUR untuk Agribisnis akan dilaksanakan pada 22-24 Mei 2022 dengan Narasumber Kebijakan Program KUR Nasional dari Sekjen atau Kepala Biro Perencanaan. Diharapkan dilakukan pengembangan mekanisme pengajuan KUR, selama ini proses SLIK by name by address, perlu dikembangkan bagaimana pengajuan secara berkelompok, selama ini menunggu proses SLIK lama
Kurikulum pelatihan dirumuskan kembali sesuai arahan Direktur Pembiayaan yang mencakup diantaranya: mekanisme pengajuan KUR, menjelaskan SIKP,menjelaskan SLIK, success story pengelolaan KUR Taxi Alsitan oleh Bank SUMSEL, Narasumber melibatkan Bank HIMBARA ,tambahan materi KUR untuk pengolahan dan hilirisasi sampai industri dengan narasumber dari BRIN dan BB Pasca panen.

Pada Kelompok Penunjang dimasukkan success story berbagai komoditi dan berbagai macam skema.
Pada seremonial Pembukaan dilakukan pemberian tabungan, penyematan rompi, pemberian plakat dari Menteri ke dirjen PSP ( KUR) dan Ka BPPSDMP (Pelatihan), Sekjen (program Nasional)
Materi di kelompok dasar memiliki detail dan fokus berbeda meski memiliki penamaan yang mirip. Kebijakan dan Program KUR pada materi dasar diantaranya mencakup bahasan super mikro, mikro, kecil, serta kemitraan (offtaker).
Program KUR Agribisnis pada materi kelompok inti melingkupi pembahasan mekanisme, regulasi, pengajuan KUR, asuransi, temu pembiayaan dan lain-lain. Salah satu kendala pada temu pembiayaan adalah data CPCL yang tidak berasal dari Direktorat Pembiayaan, sehingga tidak dapat diketahui apakah debitur existing atau tidak.
Pengenalan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) tidak digabung dengan materi lain sehingga sesuai dengan ranah pembahasan OJK dan tidak perlu menambah narasumber lain.
Materi Analisis kredit dan mitigasi risiko KUR diubah menjadi Analisis Usahatani dan Mitigasi Risiko KUR.
Kegiatan offline hanya berlangsung di PPMKP Ciawi. Peserta berjumlah 60 peserta pada rencana awal dan akan ada penambahan peserta.
Output peserta terutama offline ditargetkan mampu membuat proposal. Tugas mandiri (membuat proposal) sebagai syarat mendapat sertifikat.
Output diskusi penyusunan materi Kredit Usaha Rakyatagribisnis adalah kurikulum, bahan ajar,metode Pembelajaran,bahan tayang (oleh pemateri), soal pre/post test, dan form evaluasi penyelenggaraan Pelatihan . (YNW)









