MARGOPOST.COM | BOGOR – Langkah besar kembali diambil dunia kesehatan hewan Indonesia. Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara dan Perkumpulan Paramedik Veteriner Indonesia (PAVETI) resmi memperpanjang perjanjian kerja sama yang selama ini telah menjadi motor penggerak peningkatan kualitas paramedik veteriner di Indonesia.
Hal ini sejalan dengan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang terus mendorong kolaborasi antara berbagai lembaga, termasuk lembaga pelatihan, pemerintah daerah, dan sektor swasta, untuk meningkatkan kapasitas SDM pertanian.
Perpanjangan kerja sama ini tandatangani langsung oleh Kepala BBPKH Cinagara, I Gst. Made Ngr. Kuswandana dan Ketua Umum DPP PAVETI, Wijayati Andadari, Kamis, (15/05/2025) di Cinagara, Bogor. MoU ini bukan sekadar seremoni, ini adalah sinyal kuat bahwa dua institusi besar kembali berkolaborasi untuk menciptakan revolusi kompetensi di bidang kesehatan hewan.
“Ini bukan kerja sama biasa. Ini adalah misi bersama untuk mencetak paramedik veteriner tangguh yang siap terjun ke lini depan dunia peternakan dan kesehatan hewan,” tegas Made.
Dengan semangat baru dan komitmen yang semakin menguat, BBPKH dan PAVETI akan melanjutkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi paramedik veteriner, memperbarui materi ajar sesuai perkembangan zaman, serta memastikan standar mutu pelatihan tetap pada level tertinggi.
“PAVETI tidak akan kompromi soal kualitas. Bersama BBPKH, kami ingin SDM paramedik Indonesia menjadi yang terbaik dan kompeten,” ujar Wijayati dengan penuh optimisme.
“Tak hanya pelatihan, kerja sama ini juga menyasar penguatan kelembagaan, optimalisasi sarana pelatihan, hingga evaluasi berkala untuk menjamin output yang konkret dan berdampak nyata di lapangan. Tiga tahun ke depan akan menjadi momentum emas. Dunia paramedik veteriner harus bersiap, karena BBPKH Cinagara dan PAVETI akan membawa gelombang baru transformasi,” sambung Wijayanti.
BBPKH Cinagara akan berperan sebagai penjamin mutu pelatihan dan penyedia narasumber, sedangkan PAVETI bertugas merancang dan melaksanakan pelatihan, serta mendampingi peserta secara aktif selama proses sertifikasi berlangsung.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti juga turut menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM pertanian memerlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak, termasuk UPT pelatihan Kementan, pemerintah daerah, institusi pendidikan, sektor swasta, dan bahkan organisasi masyarakat.
Melalui kemitraan strategis ini, diharapkan akan lahir paramedik veteriner yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan kesehatan hewan nasional maupun global. Kolaborasi ini juga merupakan bagian dari agenda besar Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan hewan demi mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak. (/RHB)







