MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan SDM menjadi fokus utama Kementan. Saat ini tantangan penyakit PMK merupakan tantangan baru yang harus dihadapi, dan wabah ini harus segera diberantas oleh kita semua, terutama petugas dilapangan agar peternak dan masyarakat bisa tenang dengan tidak adanya wabah tersebut.
Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan, wabah PMK sdh menular di 16 provinsi, sebagai insan peternakan nasional, proses penanggulangan PMK tidak bisa diselesaikan dalam waktu yg singkat, dan membutuhkan startegi yg mumpuni untuk mengatasi PMK ini. PMK ini tidak zoonis tetapi sangat mudah menular ke ternak berkuku dua. PMK ini termasuk virus airborn deasesase Yang penyebarannya lewat udara sehingga penularnnya sangat cepat, sehingga kita harus berjuang untuk segera mengendalikan sapi-sapi yang sudah terpapar. Kondisi di lapangan baik dikabupaten maupun di provinsi, terjadi peningkatan kasus..Di saat yang sama kita akan memasuki bulan idul adha tentunya membutuhkanhewan kurban yang jumlahnya relatif banyak, namun di sisilain ternak yang ada sedang terpapar PMK. Mengantisipasi agar ternak kurban tersedia memadai maka kementan Cq Dirjen Peternakan dan keswan siaga melakukan pengawalan yang ketat melalui pemeriksaan kesehatan ternak kurban 14 hari sebelum Idul Adha sudah tersedia. Adapun ternak tersebut berasal dari Kabupaten atau propinsi Zona HIJAU PMK..
“Dedi mengatakan, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur berdasarkan berapa jumlah petugas (drh,paramedis,sarjana peternakan, ketua P4S dan Petani peternak lainnya)yang dilatih namun yang lebih utama seberapa besar peran alumni peserta pelatihan dalam mengaplikasikan materi di lapangan guna terkendalinya penyakit PMK, karena untuk melenyapkan virus ini tidaklah mudah karena harus dilakukan vaksinasi agar ternak kita kebal dan memiliki imunitas yang tinggi.
Dinas Perikanan dan Peternakan Kab Bogor pada hari ini selasa tanggal 28 Juni 2022 berkunjung ke BBPKH Cinagara dalam rangka melakukan pencegahan penyakit PMK melalui Vaksinasi, ternak yang divaksin adalah ternak sapi perah yang berjumlah 41 ekor, tim yang datang adalah dokter hewan Titik Herawati didampingi oleh 5 orang Paramedis Veteriner, pihak Dinas mengatakan hari ini ternak yang di vaksin yaitu PT unggul Farm yang merupakan binaan BBPKH, sebanyak 65 ekor, Polbangtan Cinagara sebanyak 14 ekor dan BBPKH Cinagara 41 ekor., Vaksin akan dilakukan sebanyak 3 x dan akan diulang sebulan berikutnya,kemudian di booster 5 bulan berikutnya, vaksin yang digunakan Aftopor dengan dosis 2ml per ekor, Sapi yang di vaksin minimal umur 3 bulan keatas, sebelum ternak d vaksin di cek dulu kesehatannya karena harus ternak sehat, sapi-sapi yang diprioritaskan di vaksinasi adalah sapi perah karena jika terkena produksi akan turun drastis. Dari BBPKH Cinagara yang mendampingi adalah Didi Suryadi, A.Md sebagai Petugas Teknis dan Tiara Hartani sebagai Paramedik Veteriner/WRW






