Dukung Penyediaan Pangan ASUH, Kementan Latih Juru Sembelih Halal Kota Bontang

MARGOPOST.COM | BONTANG – Penyembelihan hewan menjadi titik kritis kehalalan sutau produk pangan asal hewan terutama daging. Seiring meningkatnya tren konsumsi pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) serta berkembang pesatnya ekosistem industri halal di Indonesia, maka proses penyembelihan harus dilakukan oleh juru sembelih yang benar-benar kompeten serta mengacu pada aspek kehalalan dan kesejahteraan hewan yang sejalan dengan syariat-sayariat islam.

Dengan demikian kompetensi seorang juru sembelih halal sangat dibutuhkan. Guna meningkatkan ketersediaan SDM dan peningkatan kompetensi juru sembelih halal sehingga memiliki kompetensi teknis yang kompeten dan professional maka perlu adanya pelatihan juru sembelih halal yang terus digalakkan di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam mendukung penyediaan pangan yang berkualitas, aman, serta halal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Kementan terus bekerjasama dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah Propinsi maupun Kabupaten Kota dalam melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan teknis pemotongan hewan kepada petugas juru sembelih hewan sebagai upaya menghadirkan ternak terbaik berstandar ASUH bagi masyarakat Indonesia.

Hal ini selaras dengan kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang menyampaikan bahwa trend masyarakat global yang semakin meningkat dalam mengkonsumsi produk halal perlu disikapi oleh pelaku usaha dengan melakukan sertifikasi halal terhadap hampir setiap produk yang diproduksi dan meningkatkan kuantitas serta kapasitas petugas juru sembelih halal di Indonesia.

Dalam rangka mewujudkan sistem keamanan pangan produk peternakan yang halalan toyiban, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Kesehtan Hewan (BBPKH) Cinagara bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kota Bontang nyelenggarakan kegiatan pelatihan juru sembelih halal (JULEHA). Pelatihan dilaksanakan secara langsung di Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kota Bontang selama 4 hari terhitung dari Senin (20/05) sampai dengan Kamis (24/05).

Pelatihan diikuti oleh 20 orang peserta juru sembelih hewan, dan terdiri dari 32 JP meliputi 4JP teknis dasar, 25JP teknis inti, dan 3JP teknis penunjang dengan didampingi tenaga ahli widyaiswara dari BBPKH Cinagara.

Pelatihan juru sembelih halal ini dibuka secara online oleh Kepala Pusa Pelatihan Pertanian sekaligus Plt. BBPKH Cinagara Muhammad Amin, dan dihadiri oleh Kepala Bagian Umum BBPKH Cinagara Tedy Cahyo Sulistiyo Widodo, Kapoksi Penyelnggaraan Pelatihan Wilmy Rahmah Wirondas, dan Widyaiswara BBPKH Cinagara serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan , Perikanan, dan Pertanian Kota Bontang Ahmad Aznem.

Dalam sambutannya Muhammad Amin menyebutkan bahwa kebutuhan masyarakat akan pemenuhan sumber pangan asal hewan yang berkualitas dan memenuhi standar pangan yang ASUH semakin meningkat seiring dengan meningkatnya tren kesadaran akan kesehatan.

“Pelatihan juleha menjadi langkah antisipasi dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sumber pangan asal hewan yang memenuhi standar pangan tidak hanya dari segi kehalalan daging, tetapi juga termasuk pada kualitas dan segi keamanannya juga, sehingga tercapai produk asal hewan yang ASUH” ujar Amin.

Amin juga berharap peserta pelatihan dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan ini dengan serius dan sebaik-baiknya, sehingga dapat menjadi petugas juru sembelih halal yang profesional dan kompeten. Peserta nantinya dapat betul-betul mengawasi dan mampu menganali ciri-ciri hewan yang memilki kualitas dan Kesehatan yang baik, serta memiliki penguasaan teknis dan SOP penyembelihan yang benar dan sesuai syariat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *