Dukung Program MBG dan Latih SPPI, Kementan Lepas Pengajar Keamanan Pangan Asal Hewan Segar

MARGOPOST.COM | BOGOR – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan) RI, resmi melepas Tim Pengajar Keamanan Pangan Asal Hewan Segar untuk melatih Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut pelibatan SPPI sebagai bukti keseriusan pemerintah menghadirkan pangan berkualitas.

“SPPI akan menjadi ujung tombak yang memastikan praktik higienis dan pemilihan bahan baku yang tepat di dapur-dapur MBG. Tidak boleh ada kompromi soal keamanan pangan anak-anak kita,” tegasnya.

Acara pelepasan digelar di Aula Ditjen PKH, Jakarta, Selasa (24/06/2025), dan dihadiri Dirjen PKH Agung Suganda, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Nuryani Zainuddin, pejabat struktural, Tenaga Ahli pangan asal hewan, serta perwakilan tim pengajar dari berbagai instansi pusat dan daerah.

Total 612 pengajar dari Kementan, Dinas provinsi/kabupaten/kota, akademisi, dan asosiasi profesi yang akan terlibat dalam pelatihan di 18 provinsi.

“Kontribusi sektor peternakan sangat penting untuk memastikan pangan hewani yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Para pengajar ini akan membekali SPPI dengan pemahaman standar keamanan produk hewani serta praktik dapur massal yang higienis,” kata Agung.

Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, satu-satunya balai pelatihan kesehatan hewan di Indonesia, yang merupakan UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) ikut berperan aktif sebagai tim pengajar di Kelompok Pelatihan III di Kabupaten Bogor, dengan 10 dokter hewan widyaiswara.

Program MBG adalah inisiatif nasional untuk meningkatkan status gizi anak Indonesia lewat penyediaan makanan sehat dan seimbang. Kementerian Pertanian berperan penting dalam penyediaan bahan pangan hewani seperti telur, susu, dan daging.

Dalam pelatihan ini, 612 pengajar teknis akan melatih ribuan SPPI tentang kebijakan keamanan pangan hewani serta pemilihan dan penanganan bahan pangan asal hewan.

Pelatihan ini merupakan bagian dari kolaborasi lintas Kementerian/Lembaga, termasuk Kemenko PMK, BPOM, Kemenkes, TNI, dan Kementan. SPPI akan menjadi garda terdepan memastikan dapur MBG memenuhi prinsip gizi seimbang, higienis, dan berbasis sumber daya lokal.

“Kualitas makanan bergizi tak hanya soal jumlah, tapi juga keamanan dan sumbernya. Di sinilah pentingnya peran pengajar dari Ditjen PKH dalam membentuk SPPI yang kompeten,” Agung.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya kolaborasi dalam pelatihan ini sebagai bentuk sinergi membangun kapasitas SDM nasional.

“Ini contoh nyata sinergi banyak pihak untuk satu tujuan meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi penerus bangsa. BPPSDMP akan terus mendukung program peningkatan kapasitas SDM pertanian,” ujar Santi.

Para pengajar Kementan juga akan mendorong penggunaan bahan pangan hewani produksi lokal dan mengenalkan pendekatan farm to table untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Program MBG menargetkan jutaan anak penerima manfaat di 2025–2026, dan saat ini telah diuji coba di 26 provinsi. Diharapkan, kontribusi Kementan dapat memperkuat mutu gizi dan keamanan makanan anak-anak setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *