FAO dan BPPSDMP Persiapkan Pelatihan Pengendalian Zoonosis di Indonesia

MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertanian saat ini harus memenuhi tantangan. “Tantangan utama pertanian adalah memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat. Untuk mendukung hal itu, semua potensi harus dimaksimalkan, termasuk penggunakan teknologi serta memaksimalkan program-program Kementan,” katanya. Terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan jika hal terpenting yang harus dilakukan saat ini adalah meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM pertanian. “Mengapa penting? Karena SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas. Jika ingin produktivitas meningkat, berarti tingkatkan dahulu kualitas SDM-nya,” tutur Dedi. Dalam meningkatkan kapasitas SDMP pertanian di bidang kesehatan hewan Tim Food and Agriculture Organization Emergency Centre for Transboundary Animal Disease (FAO-ECTAD) mengunjungi BBPKH Cinagara untuk melanjutkan kontrak kerja melaksanakan pelatihan di bidang kesehatan hewan umumnya terutama untuk pengendalian penyakit infeksius baru (PIB) dan zoonosis yang saat ini sedang mewabah di Indonesia.  Lanni, salah satu widyaiswara yag hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan setelah menyelesaikan penyusunan kurikulum dan paket pembelajaran FAO ECTAD berencana akan melatih petugas lapangan yang berada di 4 provinsi yang ada di Indonesia tentunya dengan merangkul salah satu UPT BPPSDM yaitu BBPKH Cinagara sebagai penjamin mutu pelatihan dibidang kesehatan hewan di Indonesia. Hasil pertemuan ini mendapatkan titik terang akan dilaksanakannya pelatihan bertahap dimulai dari Training of Trainer (ToT) untuk pelatih yang akan melatih petugas dilapangan hingga pelatihan pengendalian PIB dan Zoonosis serta memperdalam keilmuan petugas lapangan, tutup lanni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *