GENJOT PENGEMBANGAN USAHA KAMBING DOMBA, BPPSDMP-KEMENTAN GODOK KURIKULUM MANAJER FARM DI YOGYAKARTA

MARGOPOST.COM | Kulon Progo – Manajemen agribisnis didefinisikan sebagai suatu kegiatan dalam bidang pertanian yang menerapkan manajemen produksi serta operasi, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajeman pengendalian mutu dan manajemen resiko dengan menggunakan fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi pengarahan dan fungsi pengawasan serta pengendalian dalam menggunakan sumberdaya yang tersedia untuk menghasikan produk dan jasa pertanian dengan memperhitungkan keuntungan maksimal.

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan untuk pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu ptoses kegiatan peningkatan kompetensi formal.

Dalam sebuah kunjungan kerja Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo. SH., M.Si. MH. menuturkan “Sejauh ini pemerintah telah menargetkan produksi penyediaan protein hewani sebesar 4,65 juta ton yang berasal dari berbagai hewan ternak seperti kerbau, kambing, domba, ayam, itik dan babi. Peningkatan produksi perlu dilakukan untuk mengantisipasi krisis pangan yang mungkin melanda Indonesia”. ujar Mentan.

Mentan SYL menambahkah “Kebutuhan daging kambing dan domba sangatlah besar terutama sebagai penambah protein selain daging sapi. Siapa yang nggak butuh kambing, siapa yang nggak butuh domba, semua orang butuh, Pak. Jadi ini sangat bagus banget. Saya kira apa yang sudah dilakukan adalah pertanda baik bagi kita dan saya komit untuk mengembangkannya, kita berharap itu bisa di duplikasi Kementan di seluruh daerah,” imbuh Mentan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, (BPPSDMP), Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr., menyampaikan pentingnya peningkatan SDM. “Jika ingin pertanian maju, majukan dahulu kualitas SDM. Karena SDM yang berkualitas bisa menghadirkan inovasi dan terobosan-terobosan yang dibutuhkan pertanian,” katanya.

Dedi Nursyamsi menambahkan “Pertanian telah terbukti menjadi sektor yang tetap tumbuh positif di tengah banyaknya sektor lain yang mengalami perlambatan dimasa pandemi. Semakin banyak peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan generasi muda, tentu hal ini akan membantu memperbaiki perekonomian Indonesia. Ternak kambing bisa menjadi pilihan peluang usaha yang menjanjikan. Hal ini karena minat masyarakat terhadap hewan berkaki empat ini masih banyak”, ungkapnya.

Dalam mendukung program Kementerian Pertanian, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor dengan Perserikatan Peternak Kambing Domba Yogyakarta (PPKDY) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Manajer Farm Kambing Domba pada tanggal 23 s.d. 25 Juni 2023 di P4S Rajendra Farm.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun landasan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi, serta menamakan persepsi terhadap organisasi, tata kerja dan tata hubungan kerja dalam meningkatkan pengetahuan keterampilan dan sikap sebagai Manajer Farm Kambing Domba.

Workshop Penyusunan Kurikulum Manajer Farm melibatkan 20 orang peserta yang melibatkan berbagai lembaga baik dari pemerintah maupun swasta, akademis, praktisi maupun asosiasi yaitu dari Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada, P4S Wilayah Provinsi D.I.Yogyakarta dan Banten, serta narasumber yang membidangi kambing domba. Sehingga dalam merumuskan dan menghasilkan kurikulum yang diharapkan kedepannya akan berbasis SKKNI.

Kepala BBPKH Cinagara Bogor Dr. Wasis Sarjono, S.Pt. M.Si. dalam sambutan dan arahannya menyampaikan bahwa penyusunan Kurikulum Manajer Farm berangkat dari kebutuhan masyarakat terhadap pengelolaan suatu usaha peternakan yang sampai saat ini berdasarkan data populasi kambing domba yang semakin berkembang dan bertambah pesat, dalam upaya menekan import daging sapi dengan melakukan subsitusi kebutuhan pangan yang bersumber dari kambing domba dengan berdasarkan kondisi di lapangan sehingga bisa kita dukung akselerasi pengembangan kambing domba akan terjadi dan tidak ada kesalahan dalam konteks efisiensi, efektifitas yang menghasilkan produksi tinggi sesuai dengan yang diharapkan. [HUMAS BBPKH – 23/06/2023].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *