MARGOPOST.COM| Depok – Kesehatan masyarakat veteriner meliputi segala urusan yang berhubungan dengan hewan, produk hewan baik langsung maupun tidak langsung yang mempengaruhi kesehatan manusia, dan urusan penyakit-penyakit hewan termasuk anthropozoonosa. Tujuan Pengawasan Kesehatan Masyarakat Veteriner adalah Melindungi manusia dari resiko yang ditimbulkan oleh bahan makanan tambahan (aditif) dalam pangan, cemaran (kontaminan), racun (toksin), atau organisme penyebab penyakit dalam makanan, Mencegah munculnya penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia (zoonosis), Menjamin ketentraman batin masyarakat dalam mengkonsumsi bahan pangan asal ternak yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian sebagai bagian dari Kementerian Pertanian mempunyai peran penting dalam pengembangan SDM Pertanian. Pengembangan kapasitas SDM Pertanian menjadi salah satu tugas pokok dalam pembangunan pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) diberbagai kesempatan meminta agar penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian terus ditingkatkan agar selalu terupdate masalah terkini. “Sumber daya manusia (SDM) pertanian merupakan otak penggerak pertanian di Indonesia, karenanya peningkatan SDM pertanian perlu terus ditingkatkan”, ungkap Mentan.
Beliau mengapresiasi upaya yang telah dilakukan BPPSDMP terkait peningkatan kualitas sdm pertanian mulai dari pendidikan dan pelatihan, aparatur maupun non aparatur.
Hal ini dikuatkan oleh pernyataan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi yang mengatakan “Keberhasilan pembangunan pertanian tak lepas dari peran semua pihak. SDM Pertanian memberikan kontribusi yang cukup baik dalam mendukung program pembangunan pertanian. Dalam mewujudkan hal tersebut BBPSDMP menekankan kepada UPT Pelatihan untuk berperan aktif dalam mewujudkan perannya selaku penyelenggara pelatihan yang secara langsung terjun dalam meningkatkan kapasitas SDM Pertanian”. Jelas Dedi.
Dalam rangka meningkatkan SDM Pertanian Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian bekerjasama dengan BPPSDMP melalui salah satu UPT teknisnya yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor.
Pelatihan Pengawas Kesmavet ini menjembatani gap keterbatasan SDM Pengawas Kesmavet yang kredibel diberbagai wilayah Indonesia. Pelatihan dibuka pada hari Senin, 31 Juli 2023 oleh Bapak drh. Syamsul Ma’arif, M.Si. sebagai Direktur Kesmavet, dihadiri juga oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara yang diwakili oleh drh. Dwi Windiana, MSi. Pelatihan berlangsung dari tanggal 31 Juli sampai dengan 04 Agustus 2023 bertempat di Hotel Bumi Wiyata, Depok dengan jumlah peserta pelatihan 42 orang.
Output dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan Pengawasan produk dan olahan asal hewan yang diproduksi, diedarkan dan dilalulintaskan di wilayah Negara Indonesia yang mana memerlukan Dokter Hewan Pengawas Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) sebagai penjamin mutu keamanan pangan yang teregistrasi di Dinas kabupaten/kota. Diharapkan Pelatihan Kesmavet ini mampu menjembatani gap keterbatasan SDM Pengawas Kesmavet yang kredibel diberbagai wilayah Indonesia. [DW-31/07/2023].











