MARGOPOST.COM | BOGOR – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM melalui kegiatan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 5.
Menteri Pertanian Republik Indonesia Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si. MH. menghimbau “Petani dan penyuluh agar terus berupaya untuk meningkatkan kesuburan tanah melalui penggunaan pupuk organik. Sehingga produksi pertanian dapat ditingkatkan sekaligus kesuburan tanah terjaga dengan baik.” Ujar Mentan.
Menteri Pertanian menambahkan “Penggunaan pupuk kimia masih dibutuhkan dengan pemberian yang seimbang untuk jenis atau varieta tertentu, namun pupuk organik lebih diutamakan untuk menjaga kesuburan tanah.”
Senada dengan Menteri Pertanian, Kepala BPPSDMP Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi M.Agr. mejelaskan bahwa “Yang dapat menyuburkan tanah bukan pupuk kimia, melainkan pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah. Karena dengan penggunaan pupuk organik kita bisa buat sendiri asal ada kemauan, sehingga tidak ada alasan karena pupuk mahal, namun pupuk kimia boleh dipakai dengan penggunaan yang seimbang agar kesuburan tanah tetao terjaga” Jelas Dedi.
Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor turut berperan dalam pelaksanaan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 5 khususnya wilayah Provinsi D.aerah Istimewa Yogyakarta dan Banten.
Peserta yang mengikuti Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh kali ini sebanyak 1.800.000 orang yang terdiri dari 1.761.907 petani dan 38.093 berasal dari penyuluh pertanian. Total keseluruhan yang mengikuti pelatihan ini sejak digulirkan sebanyak 11 juta peserta.
Bukan hanya itu, sejak tahun 2020, BPPSDMP telah melatih petani dan penyuluh secara hybrid melalui berbagai program lainnya, yakni Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP), Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras), Bertani on Cloud (BoC), dan Milenial Agriculture Forum (MAF).
Tahun 2020 jumlah peserta dilatih sebanyak 986.558 peserta. Tahun 2021 jumlah peserta mencapai 2.331.530. Sedangkan di tahun 2022 Kementan melatih sebanyak 6.567.531.
Sementara di awal tahun 2023 peserta yang dilatih sebanyak 319.544. Sehingga secara kumulatif sampai bulan Februari 2023, total peserta yang telah dilatih mencapai 10.205.163.
Hasil pelatihan sejak 2020 sudah dapat dirasakan oleh petani, yaitu sebanyak 546.469 orang Petani Milenial yang dibina Kementan, yang mengakses KUR sebanyak 140.158 orang dengan jumlah akad senilai Rp. 6.570.382.877.462.
Tidak hanya itu, total peserta yang dilatih pada pelatihan sejuta petani dan penyuluh (purnawidya) sebanyak 6.724.637 peserta, 900.155 diantaranya memanfaatkan KUR dengan jumlah akad Rp 29.263.244.103.904.











