MARGOPOST.COM | Bogor – Mentan Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., M.H. menegaskan, pengembangkan sumber daya manusia(SDM) pertanian yang profesional, berdaya saing, dan berjiwa enterpreneur tinggi adalah kunci agar sektorpertanian jadi semakin baik. “Intinya ada di SDM. Dari SDM yang baik akan hadir tata kelola yang baik, dan adaptif, yang sesuai dengan tantangan zaman. Senada denganpernyataan Bapak Menteri, Kepala BPPSDMP Prof. Dr.Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr mengatakan bahwa salah satufokus BPPSDMP adalah mewujudkan Sumber DayaManusia (SDM) yang andal, berdaya saing, serta berjiwaentrepreneur. Pusat Pelatihan pertanian harus menjadipionir dalam meningkatkan kapasitas SDM Pertanianmelalui pelatihan yang berkualitas. SDM Pertanian inilahyang menjadi tonggak dalam mendukung pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
Ada banyak faktor yang mempercepat kemunculankemudahan penyakit baru, karena faktor-faktor inimenyebabkan agen infeksi berkembang menjadi bentukekologis baru, untuk dapat menjangkau dan beradaptasidengan inang yang baru, dan agar dapat menyebarlebih mudah diantar inang-inang baru. Menghadapitantangan yang semakin berat dalam munculnya infeksipenyakit hewan baru berdampak pada kebutuhansumberdaya manusia yang professional dan memilikikompetensi dalam melakukan deteksi dini dan surveilans penyakit hewan.
Bertempat di Hotel Santika – Bogor, diselenggarakanIn–House Training Pelatihan Epidemiologi LapanganVeteriner Indonesia (PELVI) Frontilne Bagi WidyaiswaraBalai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan(BBPKH)paten/Kota pada tanggal 18 sampai 20 Agustus2022. Hadir pada pertemuan, Tim dari DirektoratKesehatan Hewan, Ditjen Peternakan dan KesehatanHewan, yang dipimpin oleh drh Syafrison Idris, M,Si, Dr. Etih Sudarnika, MSi dari Sekolah Kedokterahan Hewandan Biomedis (SKHB) IPB University. Sementara Tim dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara(BBPKH Cinagara), dipimpin oleh Bapak Apandi, MMdengan tim support bagaian Informasi Teknologi (IT).
Penyelenggaraan kegiatan In–House TrainingPelatihan Epidemiologi Lapangan Veteriner Indonesia (PELVI) Frontline Bagi Widyaiswara dimaksudkansebagai salah satu persiapan penyelengaraankerjasama pelatihan PELVI Frontline dengan pendanaanpenuh dari FAO. Inti kegiatan In–House Training adalahmenyiapkan pelaksanaan dikjartih yang mencakupRancang Bangun Pelatihan Mata Pelatihan (RBPMD) dan Rencana Pembelajaran (RP), kurikulum, pengajar, kriteria peserta peltihan, penetapan lokasi praktekinvestigasi penyakit hewan dan penyusunan evaluasi(soal pre post, evaluasi fasilitator, evaluasi materi dan evaluasi aspek sikap dan perilaku). Selain itu disusunbersama Panduan Pelatihan maupun PanduangPenugasan Praktek Lapang. Pelatihan PELVI Frontline ini akan menerapkan metode Team Teaching denganTim Direktorat Kesehatan Hewan maupun dari SKHB IPB University.









