Kementan Perkuat SDM Puskeswan Nasional Secara Berkelanjutan

MARGOPOST.COM | MALANG – Kementerian Pertanian (Kementan) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor peternakan dan kesehatan hewan nasional.

Melalui kolaborasi strategis antara Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara dan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kementan sukses menyelenggarakan Pelatihan Dasar Pelayanan Puskeswan bagi petugas Puskeswan. Kegiatan ini berlangsung tanggal 21-25 Juli 2025 di BBIB Singosari, Malang, Jawa Timur.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan selalu menekankan urgensi peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian, termasuk kesehatan hewan.

“Kesehatan hewan adalah pilar krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa setiap petugas di lapangan, khususnya di Puskeswan, memiliki kapasitas dan keterampilan yang mumpuni untuk mendeteksi, mencegah, dan menanggulangi penyakit hewan, sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau zoonosis,” tegas Menteri Amran.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa pelatihan semacam ini merupakan instrumen vital untuk mencetak tenaga profesional yang adaptif dan responsif terhadap dinamika di lapangan.

“Penguatan SDM di Puskeswan adalah salah satu prioritas utama BPPSDMP. Melalui pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan ini, kami berharap para dokter hewan dan paramedis dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan populasi ternak dan memberikan pelayanan terbaik kepada para peternak di seluruh pelosok negeri,” jelas Santi.

Pelatihan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari dokter hewan dan paramedis, berasal dari empat Kabupaten, yaitu Kulonprogo, Gunung Kidul, Pemalang, dan Probolinggo. Seluruh peserta menerima materi dan praktik yang komprehensif, mencakup berbagai aspek krusial dalam pelayanan Puskeswan.

Materi yang diberikan meliputi Manajemen Puskeswan, Biosecurity, Deteksi Dini, Respon Cepat, Manajemen Wabah, Tindakan Medik, Pemeriksaan Sampel Sederhana, Pengenalan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Pengenalan Reproduksi Ternak, dan Komunikasi Risiko.

Narasumber pelatihan berasal dari berbagai instansi kompeten, seperti Direktorat Kesehatan Hewan, Direktorat Kesmavet, Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, BBPKH Cinagara, dan BBIB Singosari, memastikan kualitas materi dan transfer pengetahuan yang optimal.

Pelatihan yang ditututp pada Sabtu, (25/07/2025), oleh Kepala BBIB Singosari, Akbar kembali menyoroti peran vital Puskeswan.

“Puskeswan memiliki peranan yang sangat penting dalam pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan, dalam rangka upaya penguatan Puskeswan, BBPKH Cinagara dan BBIB Singosari berkolaborasi secara berkelanjutan dengan menyelenggarakan Pelatihan Dasar Pelayanan Puskeswan ini,” ujar Akbar.

Dengan peningkatan kompetensi dan kapasitas ini, diharapkan petugas Puskeswan di lapangan akan semakin terampil dalam melakukan tindakan peningkatan kesehatan hewan, melindungi manusia dari penyakit yang dapat ditularkan oleh hewan (zoonosis), serta secara keseluruhan menjaga kesehatan masyarakat. Kementan berkomitmen untuk terus mendukung program-program serupa demi terwujudnya kesehatan hewan dan masyarakat yang lebih baik di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *