MARGOPOST.COM | Bogor – Mentan Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa pertanian maju, mandiri, modern mensyaratkan adanya proses pembelajaran yang tak pernah berhenti. Dua hal penting adalah proses learning lewat sekolah dan unlearning melalui percontohan. Hal ini dikuatkan oleh pernyataan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi yang mengatakan keberhasilan pembangunan pertanian tak lepas dari peran semua pihak.
SDM Pertanian memberikan kontribusi yang cukup baik dalam mendukung program pembangunan pertanian. Dalam mewujudkan hal tersebut BBPSDMP menekankan kepada UPT Pelatihan untuk berperan aktif dalam mewujudkan perannya selaku penyelenggara pelatihan yang secara langsung terjun dalam meningkatkan kapasitas SDM Pertanian.
Balai Veteriner Subang memliki peran strategis di pertanian Indonesia, oleh karena itu perlu adanya pengembangan SDM Kesehatan Hewan yang bertahap sehingga bisa berkontribusi lebih untuk SDM Kesehatan Hewan.
Untuk menjamin mutu dan/atau keamanan sarana dan produk pertanian, diperlukan pengujian mutu dan/atau keamanan sarana di laboratorium, terhadap contoh yang diambil. Untuk menjamin objektivitas hasil pengujian, contoh yang diambil harus dapat mewakili populasi sarana atau produk pertanian yang diuji. Agar contoh yang diambil dapat dijamin keterwakilan populasinya, diperlukan petugas pengambil contoh yang berkompeten.
Balai Veteriner Subang bekerjsama dengan BBPKH Cinagara melalui BPPSDMP untuk meningkatkan kompetensi SDM nya melalui Pelatihan Petugas Pengambil Contoh. Pelatihan diikuti oleh 25 orang Staf Medik, Staf Paramedik dan dan penyelia laboratorium di Balai Veteriner Subang yang dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 15 sampai dengan 19 Agustus 2022, dengan pola blended laarning yaitu virtual online dan offline efektif dimana BBPKH Cinagara sebagai penyelengaraan pelatihan sekaligus penjamin penjamin mutu.
Pada acara pembukaan Drh. Bagyaningtyas Anggorowati Kepala Sub Bagian Tata Usaha mewakli Kepala Balai Veteriner Subang menyampaikan selain untuk refres dan update materi tentang pengambilan concoh kesehatan hewan juga untuk menambah kepercayaan pengguna Balai Veteriner Subang sekaligus untuk bisa untuk kelengkapan syarat ISO / IEC 17025: 2017. Kepala BBPKH Cianagara dalam arahan pembukaan menyampaikan pelatihan ini sebagai legitimasi yang terakreditasi, bagi kepercayaan bagi pelayanan publik. Dan pelatihan ini dilaksanakan harus sesuai dengan standar prosedur yang menjadi pedoman dalam pelatihan. Sehingga menghasilkan SDM yang semakin kompeten dan baik.






