KEMENTERIAN PERTANIAN MEMBEKALI SDM PETUGAS KESEHATAN HEWAN MELALUI KEGITAN TRAINING OF TRAINER (TOT) MANAJEMEN PENGENDALIAN PMK

MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian, Bapak Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo. SH.M.Si.MH mengatakan, pertanian saat ini harus memenuhi tantangan. “Tantangan utama pertanian adalah memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat. Untuk mendukung hal itu, semua potensi harus dimaksimalkan,. Pernyataan Kepala BPPSDMP Dedy Nursyamsi menyampaikan untuk menghadapi wabah PMK ini peran serta semua unsur untuk bekerjasama dengan baik dan saling melengkapi, turun kelapangan sehingga PMK ini dapat ditangani secepatnya. Yang penting juga membangun optimisme tidak mudah menyerah.

Untuk mengenali dan memahaminya apa itu penyakit mulut dan kuku (PMK) diperlukan langkah yang nyata, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dengan tugas pokoknya di bidang peningkatan kompetensi SDM Pertanian maka melalui unit pelaksana teknis BBPKH Cinagara melaksanakan Training of Trainer (TOT) Manajemen Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Bagi Dokter Hewan Kerjasama Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor dan Direktorat Kesehatan Hewan.

TOT manajemen pengendalian penyakit PMK dilaksanakan tgl 28 sd 31 Agustus 2022. Peserta pelatihan adalah dokter hewan sejumlah 23 orang yg tersebar di 17 Provinsi. drh Dian Lely, M.Sc Subkoordinatort Tata Usaha Dirktorat Kesehatan HewanDirjrn Peternakan dan Kesehatan menyampaikan dalamsambutan pembukaan asal yang mengikuti dalam kegiatan TOT ini berasal dari wilayah yang terkena wabah PMK dan ada asalpeserta yang bebas tertular wabah PMK, hal ini sesuai temapelatihan yaitu bagaimana manjemen pengendalian PMK untukdireplikasi pada wilayah kerjanya. Berikutnya Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka persiapan kegiatan vaksinasi pada dimana  produksi vaksin sudah tersedia. Karena berdasarkanevaluasi keberhasilan pengendalian penyakit PMK di wilayah yang terkena wabah, masih 70 % dalam hal 

Dalam arahannya pada kegiatan pembukaan  Ka BBPKH Dr. Wasis Sarjono,S.Pt.,M.Si. menyampaikan aksererasi penangananPMK diperlukan kolaborasi pemahaman yang lebih cepat, sehingga kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang menangani  bidang tersebut profesional. Dalam menangani PMK ini, berita di media yang muncul harus yang positip, hal initentunya dibuktikan dengan kinerja insan pertanian yang menangani  hal tersebut bekerja dengan penuh semangat denganmotivasi pengabdian membangun bangsa. Pada kegiatan TOT ini diharapkan adanya berbagi ilmu dalam penanganan penyakitmulut dan kuku yang masih belum bebas seluruhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *