MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam beberapa kesempatan mengatakan sudah saatnya pembangunan SDM Pertanian digarap bersama-sama, Bersama semua stake holder sector pertanian. Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi yang menyampaikan bahwa, “SDM berkualitas menjadi salah satu faktor pengungkit keberhasilan program yang dijalankan. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Dinas Peternakan kabupaten Sukabumi mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Santri Preneurpada bidang ternak ruminansia dan small ruminansia. Pada kesempatan ini kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25Agustus 2022 yaitu dengan mengundang para santri dari pondok pesantren yang ada di kecamatan nagrak, cisaat ,gunungguruh, purabaya, sagaranten,tegalbuled , Pelabuhan Ratu Sukabumi. kegiatan ini dalam rangka mendukung kegiatan One Pesantren One Product (OPOP) Tingkat Propinsi Jawa Barat, kegiatan di laksanakan di Pondok Pesantren terpadu Al Istiqomah Sukabumi, kegiatan yang dilaksanakan adalah budidaya Ternak Ruminansia dan small ruminansia dalam Good Farming Practice, peserta sebanyak 35 orang dari berbagai pondok pesantren di wilayah Pelabuhan ratu sukabumi, BBPKH diminta menjadi Narasumber pada kegiatan ini, para santri di ajarkan tujuh sapta usaha ternak ruminansia dan smallruminansia.
Hadir dalam pembukaan pelatihan adalah Kepala Dinas Peternakan Kab Sukabumi Ibu ir, Hj. Dedeh Herlina, camat cikembar drs. Asep Suhenda, Kabid Prasarana Ir. Dosen A Karmana dan dari Dinas Peternakan Kab Sukabumi drh Endri Bahariyanto sebagai subkor Bina Usaha Peternakan dan Agus Firmansyah.Peserta yang mengikuti sangat antusias karena mereka ingin belajar tentang ternak Ruminansia dan smallruminansia, pada kesempatan ini para santri diajarkan ttujuh sapta usaha ternak small ruminansia, mereka diajarkan tentang bibit, pakan, kandang, pemeliharaan, kesehatan, pemasaran dan panen, para santri semangat dan sangat antusias dalam mengikuti bintek ini, para santri melakukan praktek menghitung berat badan, mencukur bulu,memotong kuku, membuat pakan silase, diharapkan setelah mengikuti bintek ini para santri bisa menerapkan dan mengaplikasikan ilmu yang telah di dapat dalam melakukan usaha taninya ujar Widyaiswara BBPKH, Wilmy Rahmah W.









