MARGOPOST.COM | Tanah Laut – Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus memastikan bahwa ketersediaan pangan terutama untuk pangan hasil peternakan. Salah satu upaya yang dilakukan dengan peningkatan populasi ternak, pengembangan teknologi reproduksi, serta peningkatan sumber daya manusia pertanian.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam sebuah kesempatan mengatakan bahwa sumber daya manusia pertanian harus terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. “Pertanian harus terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Salah satu parameter melalui sertifikasi, momentum ini harus di manfaatkan sebaik-baiknya,“ ujar SYL.
Senada dengan Mentan, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, “Sumber daya menusia pertanian merupakan titik awal untuk kemajuan Pertanian Indonesia dan BPPSDMP menjadi garda terdepan dalam peningkatan kapasitas SDM Pertanian”. Salah satunya dibuktikan melalui sertifikasi. Sertifikasi profesi pertanian ini digawangi oleh Lembaga sertifikasi pertanian dan tempat uji kompetensi.
Tempat Uji Kompetensi (TUK) Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan Sertifikasi Kompetensi Profesi Bidang Pertanian Inseminasi Buatan pada tanggal 03- 05 Agustus 2023.
Kegiatan sertifikasi ini diselenggarakan di SMKN PP Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan yang diikuti oleh 40 orang peserta yang berasal dari petugas Inseminator dari Wilayah Kabupaten Tanah Laut dan sekitarnya. Dalam pelaksanaan sertifikasi ini ditunjang 4 (empat) orang asesor yang berasal dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara, SMKN PP Pelaihari, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel dan BPSIP Provinsi DIY.
Kegiatan Sertifikasi yang dibuka pada tanggal 03 Agustus 2023 yang dihadiri oleh Asisten bidang perekonomian Kabupate Tanah Laut, Kepala PUsat Pelatihan Pertanian BPPSDMP, Kepala BBPKH Cinagara, Kepala Dinas Peternakan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut, Balai Perbibitan Ternak Unggul HPT Pelaihari dan Kepala SMKN PP Pelaihari.
Dalam sambutannya Kepala BBPKH Cinagara mengungkapkan bahwa Inseminator memiliki peran penting dalam meningkatkan populasi ternak sapi dengan teknologi kawin suntik / inseminasi buatan. Mengingat pentingnya peran inseminator sehingga perlu dilakukan sertifikasi Inseminasi Buatan berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
Materi uji kompetensi terdiri dari 10 Unit Kompetensi dilaksanakan dengan metode verifikasi portofolio, pertanyaan tertulis, unjuk kerja dan wawancara. Unjuk kerja Inseminasi Buatan dilakukan di Kandang praktek SMKN PP Plaihari Kalimantan Selatan. Diharapkan kegiatan sertifikasi ini dapat meningkatkan kapasitas inseminator di lapangan [RHB-04/08/2023].













