MARGOPOST.COM | Maros – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertanian saat ini harus memenuhi tantangan. “Tantangan utama pertanian adalah memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat. Untuk mendukung hal itu, semua potensi harus dimaksimalkan, termasuk penggunakan teknologi serta memaksimalkan program-program Kementan,” katanya. Terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan jika hal terpenting yang harus dilakukan saat ini adalah meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM pertanian. “Mengapa penting? Karena SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas. Jika ingin produktivitas meningkat, berarti tingkatkan dahulu kualitas SDM-nya,” tutur Dedi.

BBPKH Cinagara bekerjasama dengan Ditjen PKH melaksanakan Uji kompetensi dan sertifikasi yang dilaksanakan di BBvet Maros, peserta berjumlah 32 orang petugas yang berasal dari wilayah kerja Sulawesi dan Papua Barat, pembukaan serkom ini dihadiri oleh Ka BBPKH Cinagara secara Offline, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang diwakili oleh drh.Baiq Yunita Arisandi, MAP. selaku Subkoordinator Substansi Kelembagaan dan Sumber Daya Kesehatan Hewan. Peserta pada kegiatan ini adalah petugas THL yang akan diangkat menjadi P3K. Kegiatan ini diselenggarakan karena Sertifikat Kompetensi tersebut menjadi salah satu syarat utama yang harus dimiliki oleh calon P3K. Nama kegiatan ini adalah Sertifikasi Profesi Bidang Paramedik Veteriner Pengendalaian Penyakit. Tujuan Sertifikasi profesi untuk memastikan bahwa kompetensi yang dimiliki peserta adalah diperoleh melalui pembelajaran, pelatihan, maupun pengalaman kerja. Sertifikasi tersebut diberikan oleh komunitas atau asosiasi profesi yang bisa mengetahui dengan pasti suatu kompetensi profesional pada bidang tertentu. Materi Uji Kompetensi Profesi Bidang Paramedik Veteriner Pengendalaian Penyakit terdiri dari 17 Unit Kompetensi dengan metode yaitu verifikasi portofolio, pertanyaan tertulis, unjuk kerja serta wawancara. Sedangkan Asesor yang menguji yaitu: 1) drh. Fera Aryanti, M.Sc. dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor; 2)Marjono dari Badan Karantina; 3) Sujatmiko dari Politeknik Pembangunan Pertanian Payakumbuh. Peserta yang telah mengikuti serkom diharapkan memperoleh hasil yang memuaskan dan layak menerima sertifikat kompetensi, sehingga dapat lolos menjadi P3K Kementrian Pertanian /WRW.









