MARGOPOST.COM | Bogor – Dalam mendukung peningkatan kualitas sumberdaya manusia pertanian BBPKH bersama Ditjen PKH melaksanakan kegiatan Sertifikasi Butcher yang dilaksanakan tanggal 01 – 04 Oktober 2022. Salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh peserta sertifikasi adalah unjuk kerja. Unjuk kerja dilaksanakan pada hari ke 2 sertifikasi. Dilaksanakan di Integrated Laboratorium (INLAB) BBPKH Cinagara – Bogor.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan bahwa sumber daya manusia pertanian harus terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. “Pertanian harus terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Salah satu parameter melalui sertifikasi, momentum ini harus di manfaatkan sebaik-baiknya,“ ujar SYL.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan sumber daya menusia pertanian merupakan titik awal untuk kemajuan Pertanian Indonesia dan BPPSDMP menjadi garda terdepan dalam peningkatan kapasitas SDM Pertanian, salah satunya dibuktikan melalui sertifikasi.
Mendukung program tersebut kegiatan sertifikasi Butcher yang dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara – Bogor melaksanakan salah satu bagian yang wajib diikuti oleh peserta sertifikasi yaitu unjuk kerja yang diikuti oleh 32 orang asesi dengan 3 asesor. Dimana setiap asesi harus engenal dan menyebutkan bagian – bagian daging yang telah disiapkan, penggunaan peralatan, cara memotong bagian daging dengan benar dan pengemasan yang menarik serta asesi mengolah daging menjadi baso.
“Seorang yang memiliki profesi Butcher harus mampu dalam pengembangan diri, pengembangan interaksi sosial, penanganan pasca potong hewan, pelaksananna pemotongan karkas dan penilaian daging, pengelolaan dan penangan produk, mengoperasikan peralatan serta proses pengolahan daging..” ujar Soni salah satu asesor.
Pada akhir unjuk kerja peserta wajib menunjukan bagian daging yang telah dipotong dan dikemas dengan baik sebagai salah satu keahlian yang harus dimiliki.









