MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian, Bapak Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo. SH.M.Si.MH Mengatakan SDM pertanian kompeten dibarengi dengan pemanfaatan teknologi dan kerjasama yang kuat adalah penentu produktivitas dalam upaya peningkatan daya saing pertanian Indonesia. Senada dengan yang disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPDSMP), Dedi Nursyamsi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan kunci penting kemajuan pertanian Indonesia.
Tantangan utama pertanian adalah memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat. Untuk mendukung hal itu, semua potensi harus dimaksimalkan. Untuk menyiapkan SDM yang berkualitas dengan tuntutan kebutuhan pasar kerja atau dunia usaha dan industri (DUDI) perlu adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap pelaku usaha terhadap substansi agribisnis pertanian maka perlu dilakukan upaya peningkatan kompetensi teknis melalui pelatihan berdasarkan pokok bahasan teknis pertanian.
Menindak lanjuti kunjungan penjajakan kersama dari Mabes TNI perihal Pelatihan Agribisnis pertanian pada tanggal 28 Juli, maka pada hari selasa tanggal 9 Agustus diadakan pertemuan lanjutan membahas teknis pelaksanaan pelatihan. Dimana didalamnya di bahas mengenai waktu pelaksanaan, unsur peserta, dan tentunya kurikulum peserta yang menjadi substansi pokok dalam pelatihan, dari hasil pertemuan dihasilkan rancangan kurikulum dengan materi Abdribisnis Peternakan, Agribisnis Hortikultura dan Budidaya Tanaman Pangan, dengan proforsi praktek 70 % dan teori 30%. Kegiatan pelatihan dijadwalkan selama 13 hari efektif. Dalam pertemuan koordinasi tersebut dari Mabes TNI dipimpin oleh Letkol Laut (KH) Eko pudja laksana jabatan pabandya Bektram staf paban V Mabes TNI, sementara dari BBPKH dihadiri oleh Unsur Struktural dan Fungsional Widyaiswara.









