Manfaat dan Metode Vaksinasi Pada Ayam

MARGOPOST.COM | Bogor – Imunisasi adalah proses pengebalan tubuh (pembentukan antibody) terhadap suatu penyakit. Vaksinasi merupakan bagian dari imunisasi aktif yang dilaksanakan secara infeksi buatan atau disengaja dipapar bibit penyakit.
Vaksinasi adalah memasukan bibit penyakit yang dimatikan atau dilemahkan ke dalam tubuh agar kebal/imun (terbentuk antibody) terhadap penyakit tersebut. Vaksinasi untuk ayam ada 2 jenis yaitu aktif dan inaktif.
“Vaksin aktif adalah vaksin yang berisi mikroorganisme hidup, sifat kekebalannya lama, dan mudah terkontaminasi. Sedangkan vaksin inaktif adalah vaksin yang berisi mikroorganisme mati, sifat kekebalannya pendek, tetapi tidak mudah terkontaminasi,” ujar Widyaiswara BBPKH, Dayat Hermawan, S.Pt, M.Si., Jumat (08/02/2019).
Metode vaksinasi pada ayam biasanya dilakukan dengan cara tetes mata/hidung/mulut, suntik otot (intra musculair), melalui air minum, dan suntik sayap (wing web). Metode tetes mata/hidung/mulut biasanya diaplikasikan pada anak ayam.


Diantara ke 4 metode tersebut, yang paling efektif adalah metode suntik otot (intra musculair) tetapi tidak efisien (pengerjannya memakan waktu lama). Sedangkan metode melalui air minum adalah yang paling efisien (pengerjaannya sebentar) tetapi tidak efektif karena ada kemungkinan vaksin dalam air minum tersebut akan tercecer yang resikonya akan menjadi sebagai sumber penyakit.
Jika metode vaksinasi yang digunakan adalah suntik otot, maka bagian tubuh ayam yang paling gampang disuntik adalah bagian otot paha atau otot dada. Jangan lupa, setelah vaksin masuk ke dalam tubuh ayam, maka bagian tubuh yang disuntik (otot paha atau otot dada) harus ditekan/diurut secara halus/lembut agar vaksin cepat menyebar secara merata ke bagian otot lainnya (dan seluruh tubuhnya).
“Tindakan terakhir setelah vaksinasi ayam adalah pemberian antistres, dengan diberikan air minum dan atau vitamin,” tutup Dayat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed