Mastitis ( Radang Kelenjar Ambimg) dan Pengendaliaannya

MARGOPOST.COM | Bogor – Mastitis adalah radang kelenjar ambing, yang disertai adanya perubahan fisik, kimiawi, kandungan kuman dan peningkatan jumlah sel somatic. Kejadian mastitis pada sapi perah meskipun hanya secara sporadis, tetapi kerugian yang ditimbulkannya cukup merisaukan peternak.
“Kerugian akibat mastitis dapat berupa penurunan produksi dan kualitas susu, pengeluaran biaya pengobatan dan perawatan sapi selama menderita mastitis, bahkan kemungkinan terjadi kematian kuartir karena terbentuknya tenunan ikat pada kuartir yang menderita mastitis. Secara klinis radang ambing dapat berlangsung secara akut, subakut dan kronik,” ujar drh. E Nia Setiawati, MP., Widyaiswara BBPKH, Selasa (05/03/2019).
Radang dikatakan bersifat subklinis apabila gejala-gejala klinis radang tidak ditemukan saat pemeriksaan ambing. Penularan mastitis dari seekor sapi ke sapi lain dan dari kuarter terinfeksi ke kuarter normal bisa melalui tangan pemerah, kain pembersih, mesin pemerah dan lalat.
Untuk mengetahui secara klinis adanya peradangan ambing dan puting susu, dapat dilihat pada perubahan warna air susu yang dihasilkan. Uji lapang dapat dilakukan dengan menggunakan California Mastitis Test (CMT), yaitu dengan suatu reagen khusus bisa juga dilakukan dengan Whiteside Test.
Guna mencegah infeksi baru oleh bakteri penyebab mastitis, maka perlu beberapa upaya, antara lain :1). Meminimalisasi kondisi-kondisi yang mendukung penyebaran infeksi dari satu sapi ke sapi lain dan kondisi-kondisi yang memudahkan kontaminasi bakteri dan penetrasi bakteri ke saluran puting.2). Air susu pancaran pertama saat pemerahan ditampung di strip cup dan diamati terhadap ada tidaknya mastitis. Pencelupan atau diping puting dalam biosid 3000 IU (3,3 mililiter/liter air). “Penggunaan lap yang berbeda untuk setiap ekor sapi, dan pastikan lap tersebut telah dicuci dan didesinfektan sebelum digunakan .3). Pemberian nutrisi yang berkualitas, sehingga meningkatkan resistensi ternak terhadap infeksi bakteri penyebab mastitis. Suplementasi vitamin E, A dan β-karoten serta imbangan antara Co (Cobalt) dan Zn (Seng) perlu diupayakan untuk menekan kejadian mastitis,” ungkap Nia.

Pengobatan mastitis sebaiknya menggunakan : Lincomycin, Erytromycin dan Chloramphenicol. Disinfeksi puting dengan alkohol dan infusi antibiotik intra mamaria bisa mengatasi mastitis.
Injeksi kombinasi penicillin, dihydrostreptomycin, dexamethasone dan antihistamin dianjurkan juga. Antibiotik akan menekan pertumbuhan bakteri penyebab mastitis, sedangkan dexamethasone dan antihistamin akan menurunkan peradangan. Supaya peternakan sapi perah tidak terserang Masstitis hal yang penting dilakukan adalah selain meningkatkan sanitasi kandang dan alat-alat pemerah juga perlu dilakukan pengawasan terhadap kesehatan tenaga pemerah.
“Demikian ulasan tentang Mastits ini disampaikan, semoga bermamfaat dan menambah wawasan dalam menekan kasus mastitis pada peternakan sapi perah , sehingga produktifitas susu optimal yang pada akhirnya pendapatan peternak akan meningkat,” tutup Nia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed