MARGOPOST.COM | CIGOMBONG – Isu beras oplosan yang berhasil dibongkar oleh Kementerian Pertanian (Kementan) mendapat tanggapan beragam dari pedagang dan konsumen. Dari hasil survei langsung pada Rabu (6/8/2025), sejumlah pedagang di daerah Cigombong mengatakan bahwa beras yang mereka jual bukan beras kemasan bermerek melainkan beras lokal atau beras dari penggilingan.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Menteri Pertanian sudah membongkar sindikat beras oplosan ini karena isu ini sangat berdampak kepada kita sebagai penjual dan juga kepada konsumen,” ujar Halan, salah satu pedagang beras di Cigombong Kabupaten Bogor.
Lebih lanjut, Halan merasakan adanya pergerakan peningkatan penjualan karena banyak konsumen yang beralih dari swalayan ke pasar tradisional untuk membeli beras secara langsung.
“Saya mendukung tindakan Menteri Pertanian, Pak Amran, dalam membongkar praktik kecurangan tersebut sehingga dapat mengembalikan tingkat kepercayaan masyarakat serta dapat meningkatkan penjualan dan harapannya harga beras bisa menjadi lebih stabil, terutama untuk jenis medium ke bawah,” ujarnya.
Menteri Amran juga memberikan apresiasi kepada pengusaha yang telah sportif dan menyesuaikan harga beras sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). “Kita sportif ya, ada juga beberapa pengusaha beras yang menarik dan mengganti sesuai HET dan harga. Kami temukan di Jawa Timur kemarin, kami ucapkan terima kasih,” ungkapnya.
Salah satu konsumen Yulia Sari (41) mengaku lebih senang membeli beras di pasar tradisional karena dapat melihat dan mencium aromanya secara langsung. Ia menjelaskan, “beras yang bagus memiliki aroma alami dan tidak terlalu menyengat. Sementara itu, beras oplosan yang pernah ia temui menghasilkan air cucian yang bening dan rasanya kurang enak saat dimakan.” Jelasnya.
Yulia Sari mendukung langkah Kementan dalam membongkar kasus beras oplosan dan ia juga menyayangkan adanya oknum yang bermain dalam rantai distribusi sehingga harga beras melambung tinggi.










