MARGOPOST.COM | KEPULAUAN MERANTI – Guna memperkuat peran Brigade Pangan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melalui BBPKH Cinagara gencar melaksanakan pelatihan peningkatan keterampilan teknis penggunaan alat mesin pertanian (Alsintan) di lapangan serta pencatatan usahatani yang efektif.
Pelatihan yang diselenggarakan selama tiga hari (21-23/04/2025) di Desa Mekar Baru, Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau ini diikuti oleh 75 orang peserta yang berasal dari Brigade Pangan Usaha Bersama dan Brigade Pangan Pesisir Jaya serta Gapoktan. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali anggota Brigade Pangan dengan pengetahuan dan kemampuan yang mumpuni dalam mengoptimalkan produksi pertanian dan mengelola kelompok secara profesional.
Menteri pertanian Andi Amran Sulaiman juga menegaskan bahwa pelatihan Alsintan untuk Brigade Pangan sangat penting untuk mempercepat swasembada pangan. Ia memastikan Brigade Pangan punya kemampuan dan fasilitas yang cukup, karena mereka adalah ‘pasukan terdepan’ di lapangan.
“Dengan Alsintan yang dikuasai, mereka bisa memaksimalkan lahan dan meningkatkan hasil panen,” ujar Mentan.
Kepala BPPSDMP, Ida Widhi Arsanti dalam keterangannya menyampaikan bahwa BP merupakan ujung tombak dalam modernisasi pertanian.
“Untuk mencapai swasembada pangan, kita membutuhkan petani milenial yang terampil dalam memanfaatkan teknologi pertanian. Pelatihan ini adalah investasi penting untuk meningkatkan kapasitas Brigade Pangan,” ujar Santi.
Pelatihan yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah lokasi Brigade Pangan ini meliputi pengoperasian dan perawatan berbagai jenis Alsintan, seperti traktor oda dua dan roda empat,, mesin tanam, dan Combine Harvester.
Selain itu, peserta juga diberikan materi mengenai pentingnya pencatatan usahatani yang sistematis. Pencatatan ini meliputi biaya produksi, hasil panen, hingga analisis keuntungan, yang akan membantu BP dalam mengambil keputusan yang lebih tepat dan meningkatkan efisiensi usaha.
Kepala BBPKH Cinagara I Gusti Made Ngurah Kuswandana, Senin (21/4/2025) mengungkapkan pentingnya pelatihan ini bagi seluruh anggota brigade pangan. Hal ini memungkinkan semua alat dapat dimaksimalkan dalam penggunaannya dilapangan serta penanganan teknis dalam perawatannya. Selain mengenai alsintan Made juga mengungkapkan pentingnya sistem manajemen pencatatan dalam brigade pangan khususnya manajemen keuangan.
“Manajemen kelompok yang baik juga krusial. Melalui pencatatan yang teratur, BP dapat mengidentifikasi potensi pengembangan, mengelola keuangan secara transparan, dan membangun kemitraan yang lebih kuat,” ungkap Made.
“Dengan keterampilan teknis yang mumpuni dan manajemen kelompok yang solid, diharapkan BP dapat menjadi motor penggerak peningkatan produksi pertanian nasional dan berkontribusi signifikan dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” tutup Made.











