MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian Prof. Syahrul Yasin menyampaikan dalam menanggapi problem ketahanan pangan ini hal pertama yang harus dilakukan adalah perbaiki mindset kita dan isi dengan frame akademik intelektual untuk bisa mengadaptasi, memitigasi dan mengkolaborasi kekuatan yang ada. Senada dengan yang disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPDSMP), Dedi Nursyamsi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan kunci penting kemajuan pertanian Indonesia. Pangan asal hewan dibutuhkan manusia sebagai sumber protein hewani yang didapat dari susu, daging dan telur, serta hasil olahannya umumnya bersifat mudah rusak (perishable) dan memiliki potensi mengandung cemaran bahaya bilogik, kimiawi, dan atau fisik, Cemaran tersebut dapat membahayakan keselamatan hidup manusia, hewan, tumbuhan dan lingkungan termasuk kehalalan. Oleh sebab itu penanganan produk hewan harus higienis. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 75% penyakit-penyakit baru yang menyerang manusia dalam dua warsa terakhir. Pengawasan terhadap pangan asal hewan merupakan salah satu suatu tidakan sikap pengendalian yang bertujuan menghindarkan terhadap akibat yang tidak dikehendaki. Dalam rangka menjamin produk hewan yang beredar di masyarakat yang memenuhi kriteria Aman, Sehat, Utuh, Halal (ASUH), dibutuhkan Petugas Pengawas Kesehatan Masyarakat. Oleh karena itu peningkatan kapasitas bagi Pengawas Kesmavet sangat dibutuhkan. Pelatihan Keamanan Produk Hewan Bagi Asisten Pengawas Kesmavet di lapangan sangat dibutuhkan dalam membantu Petugas Pengawas Kesmavet di Lapangan.

Adapaun unsur peserta berasal Pegawai Dinas Peternakan Pemererintah Daerah dari berbagai provinsi yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan. Dalam pembukaan pelatihan Kepala BBPKH Cinagara, Dr. Wasis, menyampaikan arahannya agar menfaatkan sebaik mungkin kesempatan baik ini untuk menimba ilmu sebanyaknya-banyaknya baik formal dan nonformal, dan BBPKH dengan sarana dan prasana yang ada di sekitar kampus tentunya harus mendukung sehingga berjalan efektif. Komitmen ASN untuk meningkatkan kualitas budaya Kerja pelayanan akan sangat mendukung kinerja organisasi. Kepala BBPKH Cinagara Dr. Wasis mengajak seluruh peserta pelatihan untuk Perintah Dirimu Sekarang dalam peningkatan kompetensi sehingga mampu mengimplentasikan Berakhlak secara efektif di instansinya.









