MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya tak hanya mengerahkan tim lapangan dan menyediakan obat-obatan dan vaksinasi untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ratusan ternak. Pihak Kementerian Pertanian juga melakukan langkah-langkah pencegahan seperti lockdown wilayah atau kandang, tracing, hingga meneliti dan menghasilkan vaksin PMK. Syahrul berharap berbagai upaya mitigasi yang dilakukan bersama pemerintah daerah dapat secara optimal menekan penyebaran PMK di sejumlah wilayah dan mengantar kembali Indonesia sebagai negara bebas PMK. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menyatakan langkah darurat yang disiapkan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Meningkatkan resistensi hewan dengan pengebalan terhadap hewan peka melalui vaksinasi yang bersifat darurat dan vaksinasi yang bersifat umum. Selanjutnya melakukan edukasi kepada peternak terkait standar operasional prosedur (SOP) pengendalian dan pencegahan penyakit mulut dan kuku, menyiapkan vaksin PMK.
Menginjak hari kelima pelaksanaan pelatihan penyembelihan hewan qurban dimasa Pandemi PMK sudah digelar oleh Pemerintah Kota Depok di kecamatan Pancoran Mas dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang dari DKM kelurahan Rangkapan Jaya. Narasumber dari dinas ketahanan pangan pertanian dan kelautan kota depok, drh. Fetty Dinya N selaku sub koordinator kesehatan hewan menyampaikan sosialisasi surat edaran walikota depok mengenai pelaksanaan qurban dan pemotongan hewan dalam situasi wabah penyakit mulut dan kuku serta perkembangan PMK dikota depok dan tindakan antisipasi pemerintah kota depok. Tim BBPKH cinagara juga digandeng sebagai narasumber yang terdiri dari ibu drh. Nafrina Lanniari, M. Si; Elies Lasmini, S.Pt.,M.Si; Dayat Hermawan, S. Pt., M.Si; dengan materi teknik penyembelihan hewan qurban sampai ke cara perobohan hewan qurban, syarat-syarat hewan qurban hingga penanganan daging, jeroan serta pengemasan.
Dalam kegiatan ini dilakukan diskusi antara peseta dan narasumber, antusiasme peseta tampak dari berbagai pertanyaan yang menarik baik itu teknis dilapangan maupun kasus-kasus yang dialami oleh para DKM pada saat penyembelihan sampai ke handing Ternak saat akan disembelih. Kegiatan ini dilaksanakan karena maraknya penyakit pmk yang sedang mewabah, mereka juga ingin mengetahui kasus penyakit yang ada di kota depok ini seperti anthrax untuk mencegah terjadinya pemotongan bersyarat saat pelaksanaan idul qurban. NL BBPKHCNG






