Pengawasan Mutu Day Old Chicken Diperkuat, Kementan Gelar Pelatihan Teknis

MARGOPOST.COM | SAMARINDA – Sebanyak 18 orang pengawas mutu bibit dan medik veteriner di Provinsi Kalimantan Timur mengikuti Pelatihan Teknis Pengawas Mutu DOC (Day Old Chicken) Ayam Ras yang diselenggarakan di UPTD Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Provinsi Kalimantan Timur. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (19/08/2025).

Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur. Acara pembukaan diwakili oleh Plt. Kepala Bidang Perbibitan, Pakan, dan Produksi Peternakan, Ihyan Nizam, yang hadir mewakili Kepala DPKH Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Ihyan menekankan bahwa pengawasan terhadap mutu DOC bukanlah pilihan, melainkan kewajiban, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 42 Tahun 2014 tentang Pengawasan Produk dan Peredaran Benih dan Bibit.

“DOC adalah pondasi dari sektor perunggasan. Kualitas bibit akan sangat menentukan produktivitas. Oleh karena itu, kita perlu memastikan setiap bibit yang beredar memenuhi standar kesehatan dan mutu,” ujarnya.

“Dengan dilaksanakannya pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas teknis, motivasi, dan keterampilan petugas, sehingga pengawasan mutu DOC dapat dilakukan secara optimal. Dengan demikian, hanya bibit unggul yang beredar di Kaltim, produktivitas peternak meningkat, ketahanan pangan daerah Kaltim semakin kuat,” tambah Ihyan.

Pelatihan ini turut menghadirkan Widyaiswara dari BBPKH Cinagara, Dayat Hermawan yang menyampaikan berbagai materi yang meliputi teknis pembibitan ayam ras, seleksi DOC, handling DOC, dan teknis pengawasan mutu DOC.

“Kami sangat berharap pelatihan ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para peserta. Dengan pengetahuan yang lebih baik, mereka akan mampu melaksanakan tugas pengawasan dengan lebih efektif, sehingga dapat menjaga kualitas bibit ayam yang beredar di lapangan dan pada akhirnya mendukung produksi unggas yang lebih baik,” ujar Dayat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya peningkatan kualitas SDM peternakan sebagai kunci daya saing nasional.

“Kualitas DOC menentukan kualitas daging ayam yang dihasilkan. Oleh karena itu, pengawasan mutu harus dilakukan dengan serius sejak hulu. Kementerian Pertanian berkomitmen memperkuat kompetensi SDM peternakan di seluruh daerah, termasuk Kalimantan Timur, agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat secara mandiri,” tegas Mentan Amran.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan bahwa peningkatan kapasitas teknis pengawas mutu DOC merupakan bagian dari strategi besar pembangunan SDM pertanian.

“BPPSDMP terus mendorong peningkatan kualitas tenaga teknis di lapangan melalui pelatihan yang terstruktur dan aplikatif. Kami ingin memastikan bahwa SDM peternakan tidak hanya mampu mengawasi, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam penerapan standar mutu di daerahnya masing-masing,” jelas Santi.

Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk meningkatkan kualitas pengawasan mutu DOC di wilayah kerja masing-masing. Hal ini penting untuk mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan melalui sektor peternakan yang maju dan berdaya saing.

Pelatihan ini juga merupakan bentuk nyata komitmen Pemprov Kaltim dalam menjaga keberlanjutan sektor perunggasan. Data produksi tahun 2024 menunjukkan bahwa dari total 78.092 ton daging yang dihasilkan di Kalimantan Timur, sebanyak 68.947 ton atau 88,29 persen berasal dari daging unggas. Angka ini menegaskan bahwa sektor perunggasan memiliki kontribusi yang sangat besar dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *