Peningkatan Kompetensi Petani Pedesaan Melaui Pelatihan di P4S

MARGOPOST.COM | Bogor – “Saat ini pemerintah sangat fokus memperhatikan petani karena pemerintah takut kehilangan petani sebagai aset utama negara ini dalam membangun swasembada pangan di negeri kita ini, oleh sebab itu sebagai Pusat Pelatihan Pertanian Perdesan Swadaya (P4S) membina petani lewat Pelatihan Pertanian Terpadu Integrasi Ternak dengan Tanaman bekerjasama dengan BBPKH Cinagara Pembina dari P4S Antanan” menurut Ketua P4S antanan, Suwandi, Rabu (08/08/2018).

“Pelatihan dilaksanakan selama empat hari dimulai dari tanggal 7 sampai dengan 10 Agustus 2018, bertempat di P4S Antanan Cimande Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor dengan peserta petani di wilayah Cimande dan sekitarnya. Adapaun materi yang diberikan yaitu budidaya padi, budidaya sayuran, budidaya ayam Petelur, pengolahan pupuk organik padat dan cair. Serta materi dasar berupa manajemen peningkatan kelembagaan petani”, ujar Suwandi.

Kegiatan pelatihan di P4S tentu hampir semua metodenya praktek langsung pada komoditas pertanian maupun peternakan.

“Pada kegiatan praktek peserta walau sudah tau pupuk tanamana secara umum namun baru tau akan indikator manfaat pupuk organik yang akan meningkatkan produktivitas dari tanaman yang di usahakan. Selanjutnya pada praktek kunjungan di peternak ayam petelur, peserta membedah manajemen beternak yang menguntungkan. dari kegiatan di ternak petelur peserta menindak lanjutinya dengan akan barter hasil kotoran ternak dengan hasil pertanian sehingga saling menguntungkan, serta penjajakan kerjasama membuat peternakan baru”, ujarnya.

“Motivasi bahwa petanilah yg membuat indonesia ini sehat dan kuat karena telah menyediakan pangan bagi kita semua.adapun dari pemerintah setempat menekankan pada komitmen untuk mempertahankan lahan pertanian abadi sehingga tidak alih fungsi”, kata Kepala Subagian Keuangan BBPKH, Sutarwi.

“Kegiatan pelatihan baik itu ternak dan komoditas pertanian peserta termovasi untuk meningkatkan produksi pertanian karena akan peluang pasar pertanian yg masih terbuka kesempatanya, ditambah manfaat berkelompok tani dan mesejahterakan petani itu sendiri”, tutup Sutarwi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed