MARGOPOST.COM | Lembang – Penyelenggaraan Bimtek ini merupakan kerjasama dari Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor dan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat.
“Di era otonomi daerah dan perdagangan bebas saat ini peran Kesmavet perlu terus dikembangkan dan dilakukan penyesuaian dan penyempurnaan baik dari segi perencanaan program dan strategi. Demikian pula dengan kegiatan maupun pengawasan yang dilakukan harus dilakukan dengan beberapa prioritas antara lain : penerapan kebijakan prinsip kehati-hatian (precautionary measures), risiko yang dapat diterima (acceptable risk) dan analisa risiko dalam pemasukan produk hewan asal luar negeri dan dalam pengawasan peredaran produk asal hewan dan bahan asal hewan, pemeriksaan keamanan pangan yang berasal dari hewan dan bahan asal hewan yang berasal dari luar negeri, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan penerapan persyaratan teknis kesmavet untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri dalam menembus hambatan teknis di pasar global”, Kepala BBPKH, drh. Wisnu Wasisa Putra, Selasa (07/08/2018).
“Di cuaca yang dingin di daerah Lembang Kabupaten Bandung Barat, bertempat di Balai Pelatihan Peternakan dan Ketahanan Pangan, Cikole, Lembang dilaksanakan Bimbingan Teknis Kesehatan Masyaratakat Veteriner dengan jumlah peserta 60 orang yang berasal dari 19 provinsi di Indonesia, pelaksanaan Bimtek ini selama empat hari terhitung dari tanggal 7 sampai dengan 10 Agustus 2018”, ujarnya.
“Diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan ini bisa meningkatkan pengetahuan dan kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kesmavet, meningkatkan keterampilan pengelola di bidang kesmavet sehingga meningkatkan jaminan keamanan produk hewan” ujar Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Dr.Ir.Dewi Sartika,M.Si.
“Peningkatan Kompetensi Pengawas Kesmavet ini yaitu untuk menyampaikan kebijakan teknis, menginformasikan masalah – masalah teknis yang terbaru yang pada gilirannya diharapkan mampu mengatasi/mengantisipasi pengaruh globalisasi dan free trade serta dapat menjamin ketentraman batin masyarakat untuk memperoleh masukan-masukan dari daerah tentang kendala-kendala teknis yang dihadapi pada waktu pelaksanaan pengawasan Kesmavet, dan menselaraskan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan pengawasan Kesmavet”, tutup Dewi.









