MARGOPOST.COM | Bogor – Wabah pandemi Corona (COVID-19) tidak menghalangi sektor pertanian yang terus bergerak demi memenuhi kebutuhan pangan 267 penduduk Indonesia. Hal ini selaras dengan pernyataan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo [SYL] bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi terhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani didampingi penyuluh harus tetap berlangsung meskipun di tengah pandemi global Covid-19 saat ini.Kepala BPPSDMP, Prof Dedi Nursyamsi menindaklanajuti hal tersebut dengan menggerakkan tim khusus untuk mengawal intensif petugas daerah, penyuluh pertanian dan petani untuk memastikan tetap pembangunan pertanian tetap produktif.
Pembangunan pertanian tetap berjalan di tengah pandemi, hal ini terbukti dengan kegiatan panen raya di berbagai daerah di Indonesia termasuk Kota Banjar, Jawa Barat. Masyarakat Kota Banjar pun tetap semangat melakukan panen raya komoditas padi pada hari kamis (02/04) . Panen raya di Kota Banjar saat ini berlangsung di dua kecamatan yakni Kecamatan Pataruman dan Kecamatan Lagen Sari

“Alhamdulillah, Saat ini di Banjar sedang panen padi varietas INPARI 43 yang cukup melimpah dengan hasil produksi rata-rata 8 ton gabah kering panen (GKP) / hektar “ ujar Ella Nurmawati, SP, Petugas Penyuluh Lapangan Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.
“Puji Syukur di tengah musibah Wabah Covid-19 yang menimpa negara kita, kegiatan pertanian tetap berjalan dibuktikan dengan panen padi yang berlangsung di berbagai pelosok negeri, termasuk di Kota Banjar, ini merupakan kabar yang cukup menggembirakan ” Tutur Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara – Bogor selaku Penanggung Jawab Supervisi dan Pendampingan Program dan Kegiatan Utama Kementan, drh. Wisnu Wasisa Putra, MP yang terus memantau kegiatan pertanian di lapangan. “Diperkirakan hingga akhir April ini masyarakat Kota Banjar juga akan melakukan panen padi kembali. (/RHB)









