MARGOPOST.COM | Bogor – Panen raya yang di laksanakan oleh kelompok Tani Srikandi bersama dengan Kostratani Cikedu mulai dilaksanakan akhir April ini di hamparan selus 200 Ha. Panen Raya yang serempak di beberapa daerah di wilayah Pandeglang Banten menjadikan alat mesin panen seperti Combine Harvester habis terpakai. Untuk itu kelompok Tani Srikandi karena keterbatasan mesin panen terpaksa melaksanakan panen dengan cara manual menggunakan sabit atau arit untuk memotong tangkai padi. Walaupun demikian kelompok Tani Srikandi di dampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Sdr. Maman Supriandi dari Kostratani Cikedu tetap semangat dan terpancar kegembiraan dari wajah para petani, terlebih dari wajah PPL, karena dia telah berhasil membimbing dan mengarahkan para petani hingga panen. Dengan demikian Poktan P4S Srikandi telah ikut berperan secara aktif dalam hal ketersediaan pangan.
Menteri Pertanian (Mentan) Bapak Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan“ Negara dalam keadaan tidak biasa, begitu juga Pandeglang. Negara butuh sebuah langkah dimana rakyat yang 267 juta, ke empat terbesar didunia, tercukupi pangannya. Untuk itu kita harus hadir mengawalnya, untuk memastikan pangan tersedia dengan baik “ ucap Mentan.
Kemudian Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Bapak Prof. Dr. Dedi Nursamsi mengatakan merujuk yang disampaikan Mentan, Dedi menuturkan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi demi mencegah kelangkaan pangan akibat COVID-19. Salah satu yang menjadi prioritas saat ini adalah memastikan setiap aktivitas produksi dari hulu hingga hilir di sektor pertanian bakal terus berjalan tiada henti demi menjamin ketersediaan pangan selama pandemi.
Beradasarka penuturan dari PPL Sdr. Maman Supriandi yang merupakan Kostratani Cikedu Pandeglang mengatakan dia akan terus menerus untuk lebih giat lagi dan berusaha keras membimbing Poktan mulai dari olah tanah, olah tanam hingga panen selalu dia dampingi di sawah.
Menurut penuturan Ketua Kelompok Sdi. Ety Harliyati dari luasan lahan 200 Ha, dihasilkan per ha antara 6 – 7 ton, Varietas yang di tanam yaitu Inpari dan Ciherang. Pandeglang adalah lumbung pangan Provinsi Banten. Kabupaten ini menyumbang 35% produksi beras provinsi Banten dan 1% terhadap produksi nasional.
(Apandi)








