MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian, Prof.Dr. H Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H berharap pertanian menjadi penopang utama bagi hadirnya solusi bangsa dan negara. Bagaimana caranya produktivitas meningkat, sistem pengolahannya maju. Pertanian harus maju, mandiri, modern menggunakan riset, sains, dan teknologi. Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr, bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tak lepas dari peran semua pihak. SDM Pertanian memberikan kontribusi yang cukup baik dalam mendukung program pembangunan pertanian. Pada tanggal 15 Juni 2022, 4 pengusaha domba, H Alwi Mahir (Bogor), H Kusuma (DIY), H Buchori (Sidoarjo), dan Praditya (Medan) berkunjung dan berdiskusi dengan para Unsur Pimpinan dan Widyaiswara BPPSDMP Kementan, BBPKH Cinagara.

Alwi Mahir menyampaikan bahwa saat ini beberapa peternak domba sedang melakukan pemuliaan genetik melalui persilangan untuk menghasilkan genetik domba yang dapat hidup sehat dan lebih produktif. Beliau mewakili para peternak yang hadir, juga sangat mengapresiasi BPPSDMP Kementan melalui UPT BBPKH Cinagara atas kesediaannya yang telah menyelenggarakan pelatihan Juru Sembelih Halal. Ilmu dan pengalaman praktis hasil pelatihan tersebut meningkatkan keterampilan para juru sembelih halal dan ilmu serta pengalamman tersebut telah disebarkan kembali ke para penyembelih ternak yang lainnya. Selanjutnya Beliau mewakili rombongan, juga mengharapkan bimbingan dalam pencegahan masuknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke peternakan-peternakan kambing dan domba. Praditya juga memaparkan bahwa, Sumatera Utara cukup banyak menyuplai kambing dan domba ke Pulau Jawa, sehingga Beliau mengharapkan adanya pelatihan tentang kambing dan domba di Sumatera Utara, agar para peternak dapat lebih produktif lagi. Dalam diskusi tersebut, Dr.drh. Euis Nia Setiawati, M.P memaparkan banyak hal mengenai Penyakit Mulut dan Kuku, sehingga para peternak tertarik untuk berdiskusi dan tanya jawab lebih lanjut seputar perkembangan kondisi adanya wabah PMK. Dengan pengalaman teknis dan pengetahuan praktis yang telah didiskusikan, Para Pengusaha Ternak Kambing dan Domba yang hadir tetap optimis dalam mengatasi PMK dengan tetap berproduksi ternak dengan optimal.









