SHARING DAN COUCHING CLINIC PMK BERSAMA PERSERIKATAN PETERNAK KAMBING DAN DOMBA YOGYAKARTA

MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian, Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH., berharap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak berkuku belah, yang mewabah ini berada pada level yang ringan dengan tingkat resiko rendah sehingga jenis PMK ini dapat ditangani secara cepat. Meski penyakit ini terkonfirmasi dapat menyebar cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak terinfeksi, namun PMK dipastikan tidak beresiko terhadap kesehatan manusia. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr., menghimbau seluruh jajaran Kementan agar kompak dalam menghadapi PMK. “Kita optimis Wabah PMK ini dapat kita atasi. Mari bersama-sama dan bersungguh-sungguh untuk memberikan kerja keras kita dalam upaya penanggulangan dan pengendalian PMK ini.” ujar Dedi dalam keterangannya. Koperasi Perserikatan Peternak Kambing dan Domba Yogyakarta (PPKDY) berkolaborasi dengan salah satu UPT BPPSDMP Kementerian Pertanian Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, pada hari Kamis tanggal 9 Juni 2022 menyelenggarakan kegiatan Program Pinter Bareng PPKDY tema Sharing dan Couching Clinic PMK dengan judul “Wabah Penyakit Mulut & Kuku, Hewan Kurban Anda Positif PMK?”.

Kegiatan Program Pinter Bareng PPKDY dilaksanakan di Joglo Jodipati, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, DIY; yang dihadiri oleh peternak kambing, domba, dan sapi se-wilayah DIY. Tentunya tidak ketinggalan pada kegiatan ini hadir para narasumber yang berasal dari berbagai profesi dan praktisi, antara lain drh. Waryoto membawakan materi “Langkah Taktis yang Harus Dilakukan Peternak Menghadapi Ternak Terdampak PMK”, selanjutnya drh. Imam Abror menyajikan materi “Langkah Strategi Peternak Disaat Tenaga Kesehatan Hewan Terbatas”, dan terakhir drh. Indra Rachman menyuguhkan materi “Kesiapan Industri Obat Hewan Menghadapi Outbreak PMK”. Pada kesempatan ini juga hadir undangan dan sesepuh peternak kambing-domba Kabupaten Sleman dan atau Yogyakarta, diantaranya Ketua Umum PPKDY Ketua dan Skretaris Koperasi PPKDY, Kepala Desa Wedomertani, Babinkantibmas Polsek Ngemplak, serta peternak kambing, domba, dan sapi se-DIY. Sedangkan dari BBPKH Cinagara diwakili widyaiswara yaitu drh. Nafrina Lanniari, M.Si. dan Dayat Hermawan, S.Pt., M.Si., serta fungsional Pranata Komputer, Bayu Ramadhani, A.Md. Kegiatan yang berlangsung santai tapi serius ini dilaksanakan secara offline (luar jaringan, atau bertatap muka langsung) dan online (dalam jaringan) dilaksanakan secara online menggunakan media pembelajaran video converence melalui aplikasi zoom meeting, dan juga disiarkan secara langsung (live streaming) melalui media youtube BBPKH Cinagara. Peserta baik yang ikut offline maupun online, sangat antusias, hal ini dapat dilihat dari interaksi pada kolom chat aplikasi zoom dan youtube, dan beberapa pertanyaan secara langsung ke masing-masing narasumber dan ditanggapi secara lugas sesuai jenis pertanyaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *