MARGOPOST.COM | Rokan Hilir – Semangat swasembada pangan nasional terus dikobarkan melalui penguatan kapasitas Brigade Pangan (BP) di berbagai daerah yang salah satunya di provinsi Riau.
Sebagai garda terdepan di lapangan, para anggota Brigade Pangan kini mendapatkan dukungan penuh melalui pelatihan teknis operasional dan perawatan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) modern.
Langkah strategis dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) ini bertujuan untuk membekali setiap anggota brigade pangan dengan keterampilan mumpuni dalam mengoptimalkan mekanisasi pertanian, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja secara signifikan di lapangan dengan meningkatnya kapasitas kinerja alsintan.
Pelatihan yang di selenggarakan oleh BBPKH Cinagara salah satu UPT dibawah Badan PPSDMP ini diikuti oleh 105 orang peserta yang berasal dari 7 Brigade Pangan dan dibuka pada Kamis (17/04/2025) berlokasi di Brigade Pangan Pemuda Setia Tani, Kepenghuluan Rokan Baru Pesisir, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir.
Dalam pembukaan platihan yang rencananya akan dilaksanakan selama 3 hari ini (17-19/04) turut dihadiri olah Kepala BBPKH Cinagara, I Gst Made Ngr Kuswandana, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Rokan Hilir, Burhanuddin, Kepala Desa Rokan Baru Pesisir, Pejabat Dinas Provinsi dan penyuluh pendamping brigade pangan serta babinsa kecamatan Pekaitan yang turut berperan aktif dalam mendukung tercapainya swasembada pangan.
Menteri Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa pembekalan Brigade Pangan dalam penguasaan Alsintan adalah langkah strategis untuk mempercepat swasembada pangan nasional. Beliau memberikan dukungan penuh dan memastikan bahwa Brigade Pangan memiliki kemampuan dan fasilitas yang memadai untuk menjalankan tugas mereka melalui fasilitator pelatihan.
“Brigade Pangan adalah “pasukan terdepan” dalam upaya mencapai swasembada pangan. Oleh karena itu, pembekalan mereka menjadi sangat penting. Dengan penguasaan teknis dan perawatan alsintan modern ang baik dan memadai mereka akan menjadi penggerak utama di lapangan, yang akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar Mentan Amran.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti yang menegaskan bahwa pelatihan Brigade Pangan merupakan langkah strategis dan dukungan nyata dari BPPSDMP dalam mewujudkan program swasembada pangan nasional.
“Dengan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak dalam menyelenggarakan pelatihan Brigade Pangan, termasuk pemerintah daerah, penyedia Alsintan, akademisi, dan pelaku usaha pertanian. Kolaborasi ini akan memastikan pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan lapangan dan perkembangan teknologi terkini” ujar Santi.
Dengan dihadirkannya tenaga teknisi dari penyedia alsintan secara langsung salah satunya dari KUBOTA, Kepala BBPKH Cinagara I Gst Made Ngr Kuswandana yakin dengan adanya pelatihan langsung dari teknisi penyedia alsintan aggota brigade pangan akan menjadi operator-operator yang handal.
“Dalam menjalankan brigade pangan ini hal yang krusial juga adalah keterasediaan operator alsintan yang handal, agar mampu mengoprasikan alsintan dengan baik dan benar serta optimal,” ujar Made.
“Brigade pangan ini harus digerakan secara maksimal guna mendukung swasembada pangan nasional, gerak disini artinya alsintan yang sudah diberikan harus segera dioprasionalkan dengan maksimal di lapangan atau harus sudah diopeasionalkan 100%. Artinya kberadaan operator alsintan di setiap BP itu mutlak adanya, agar dapat berjalan maksimal, sehingga pelatihan ini sangat penting dalam mendukung semuanya,” jelas Made.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Rokan Hilir, Burhanuddin mengungkapkan pelatihan ini sangat penting dan harus dilaksanakan secara berkala, sehingga alat mesin yang sudah diberikan dapat terawat dengan baik dan masa pakainya menjadi lama.
“Banyak alat pertanian yang masa pakainya singkat 1-2 tahun sudah rusak hal ini disebabkan kurangnya perhatian dan minimnya pengetahuan mengenai perawatnnya, dengan adanya pelatihan ini diharapkan semua anggota brigade pangan mampu merawat alat mesin pertanian yang diberikan dengan baik sehingga dapat awet serta maksimal dalam pengunaannya,” ujar Burhan.












