MARGOPOST.COM | Bogor – Penggunaan antibiotik yang bijak dan bertanggung jawab harus dipahami oleh semua orang yang terlibat dalam sektor peternakan termasuk diantaranya adalah Paramedik veteriner/ petugas keswan yang merupakan kepanjangan tangan dari dokter hewan serta dokter hewan sebagai penyelia petugas paramedik yang bekerja di berbagai sektor seperti praktisi, perwakilan dari sektor swasta, terutama perusahaan obat-obatan hewan dan pabrik pakan. BBPKH Cinagara sebagai satu-satunya balai pelatihan bidang kesehatan hewan di Indonesia memiliki peran yang sangat penting untuk turut mensosialisasikan penggunaan antibiotika yang bijak dan bertanggungjawab kepada petugas keswan maupun dokter hewan. Wujud nyata dari kegiatan ini yaitu dilakukannya sosialisasi selama kegiatan pembelajaran pelatihan teknis keswan maupun dasar fungsional medik dan paramedik, termasuk juga pada kegiatan pelatihan teknik tematik peternakan bagi petugas keswan yang sudah pernah diselenggarakan di kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur pada tanggal 10 -11 September 2019 yang berlokasi di UPT Perbibitan dan Pakan Kabupaten Lamongan.

Sampai dengan akhir tahun 2019, BBPKH Cinagara masih mempunyai beberapa kegiatan pelatihan tematik peternakan yang akan diselenggarakan di P4S di wilayah provinsi Banten dan Daerah Istimewa Yograkarta (DIY) yang memiliki tema pelatihan meliputi ayam broiler, itik, ayam kampung, ayam petelur dan pengolahan hasil peternakan. Adanya sosialisasi penggunaan antibiotika yang bijak pada rangkaian kegiatan ini diharapkan nantinya akan muncul agen perubahan yang dapat menyebarkan dan memotivasi masyarakat sekitarnya dalam penggunaan antibiotik yang bijak dan bertanggung jawab di tingkat peternakan dan masyarakat veteriner untuk mengurangi risiko resistensi antimikroba di sektor peternakan dan kesehatan hewan. Selain itu bagi pelaku peternakan juga nantinya timbul semangat untuk menjaga kualitas produknya dan juga untuk meminimalkan residu antibiotika pada produk ternak maupun produk olahan hasil ternak yang merupakan salah satu syarat jika ingin ekspor ke luar negeri” ujar Fera salah satu Widyaiswara di BBPKH Cinagara.









