Tarik Minat Generasi Milenial ke Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Sosialisasikan Program Brigade Pangan

MARGOPOST.COM | Indragiri Hilir – Upaya serius untuk mempercepat pembentukan Brigade Pangan di Provinsi Riau terus bergulir. Hari ini, Sabtu, (24/05/2025), Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan, bersama dengan Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Pulau Kijang, menggelar sosialisasi pembentukan Brigade Pangan Tahun 2025 di Desa Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir.

Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut konkret dari koordinasi percepatan pembentukan Brigade Pangan yang sebelumnya dilakukan BBPKH Cinagara dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Riau. Tujuannya jelas, yakni menarik minat petani milenial untuk terjun langsung mengelola potensi 200 hektare lahan olah di Kabupaten Indragiri Hilir.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara eksplisit dan berulang kali menegaskan bahwa penumbuhan Brigade Pangan adalah strategi fundamental dalam mendukung percepatan modernisasi pertanian di Indonesia. Beliau memandang Brigade Pangan sebagai tulang punggung untuk mencapai swasembada pangan dan menjadikan sektor pertanian lebih menarik serta menguntungkan, terutama bagi generasi muda.

“Brigade Pangan adalah garda terdepan kita dalam mewujudkan swasembada pangan. Dengan melibatkan generasi muda, kita tidak hanya menyiapkan petani masa depan, tetapi juga sekaligus mempercepat proses modernisasi pertanian,” tegas Menteri Amran.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 30 peserta dari kalangan petani milenial, kelompok tani (poktan), dan gabungan kelompok tani (gapoktan) ini berjalan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta menyambut baik inisiatif pembentukan Brigade Pangan yang diharapkan dapat menjadi wadah untuk mengoptimalkan potensi lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah mereka.

“Kami sangat bangga melihat semangat dan antusiasme dari petani milenial serta poktan/gapoktan di Pulau Kijang,” ungkap Kepala BBPKH Cinagara dalam sambutannya.

“Sosialisasi ini adalah langkah awal untuk bersama-sama membangun Brigade Pangan yang kuat, modern, dan mampu menjadi pendorong utama peningkatan luas tambah tanam serta pencapaian swasembada pangan nasional,” ungkap Made.

Tarno, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Reteh, Indragiri Hilir, menyatakan antusiasmenya terhadap kegiatan sosialisasi pembentukan Brigade Pangan yang baru saja diselenggarakan. Menurutnya, sosialisasi ini merupakan langkah fundamental dan sangat penting dalam upaya memajukan sektor pertanian di wilayahnya.

“Sosialisasi pembentukan Brigade Pangan ini bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi ini adalah langkah awal yang sangat strategis untuk memajukan sektor pertanian di Kecamatan Reteh secara signifikan,” ujar Tarno.

Para peserta mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai konsep Brigade Pangan, manfaat yang bisa diperoleh, serta dukungan dan fasilitas yang akan diberikan. Diskusi interaktif juga mewarnai jalannya acara, di mana peserta aktif bertanya dan menyampaikan pandangan mereka tentang pengelolaan lahan dan implementasi teknologi pertanian.

Idha Widi Arsanti, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, secara konsisten menekankan pentingnya sosialisasi dalam setiap program pengembangan SDM pertanian, termasuk dalam pembentukan Brigade Pangan. Beliau melihat sosialisasi sebagai kunci untuk menarik minat, memberikan pemahaman, dan mengubah persepsi generasi milenial terhadap sektor pertanian.

“Sosialisasi pembentukan Brigade Pangan ini sangat krusial. Ini bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi tentang membuka wawasan dan gambaran nyata kepada petani milenial mengenai prospek pertanian modern yang sesungguhnya sangat menjanjikan,” tegas Santi dalam berbagai kesempatan terkait program ini.

“Banyak anak muda yang masih berpikir pertanian itu kotor, kuno, dan tidak menghasilkan. Padahal, dengan sentuhan teknologi, manajemen yang baik, dan semangat kewirausahaan, pertanian modern itu keren, efisien, dan bisa memberikan penghasilan yang sangat tinggi, bahkan lebih dari pekerjaan di sektor lain,” pungkasnya.

Diharapkan, melalui sosialisasi ini, akan lahir lebih banyak lagi petani milenial yang berani berinovasi dan mengambil peran strategis dalam memajukan pertanian di Indragiri Hilir, membawa sektor ini menuju era yang lebih modern dan menguntungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *