Tingkatkan Kompetensi, UPT Pelatihan Kementan Latih BP Kabupaten Indragiri Hulu

MARGOPOST.COM | Indragiri Hulu – Guna memperkuat Brigade Pangan dalam mengoptimalkan produksi pertanian di lapangan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melalui BBPKH Cinagara menyelenggarakan pelatihan intensif bagi tenaga kompeten Brigade Pangan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dan ditutup Junat, (23/05/2025), di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Pelatihan yang diikuti 15 orang anggota Brigade Pangan Kharisma Bersatu ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi para pengelola Brigade Pangan dalam berbagai aspek krusial. Fokus utama adalah pada pengoperasian traktor roda dua (TR2) dan traktor roda empat (TR4) secara optimal untuk pengolahan tanah di wilayah kerja Brigade Pangan. Dengan penguasaan alat mesin pertanian (alsintan) yang mumpuni, diharapkan proses olah tanah dapat lebih efisien, cepat, dan efektif, sehingga mendukung peningkatan luas tambah tanam.

Salah satu kunci sukses peningkatan produksi pangan menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman adalah pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan). Dengan pemanfaatan alsintan, dapat membantu mempercepat proses pengolahan tanah, penanaman, hingga panen.

“Alsintan bukan hanya alat, tetapi juga simbol modernisasi pertanian yang mendukung keberlanjutan dan ketahanan pangan nasional. Dengan bantuan alsintan, Brigade Pangan dapat mencapai target swasembada pangan melalui percepatan olah tanah, tanam, dan panen secara serempak,” papar Mentan Amran.

Selain itu, peserta juga dibekali dengan kemampuan menyusun laporan usaha tani yang akurat. Aspek ini penting untuk memastikan setiap aktivitas pertanian tercatat dengan baik, sehingga dapat menjadi dasar evaluasi dan perencanaan ke depan. Materi pelatihan juga mencakup penyisihan pendapatan untuk biaya penyusutan alsintan, yang merupakan bagian vital dari manajemen keuangan agar keberlanjutan operasional Brigade Pangan tetap terjamin.

Kepala Badan PPSDMP Idha Widi Arsanti, secara konsisten menekankan pentingnya aspek manajerial dalam mengelola usaha pertanian, termasuk penyusunan laporan keuangan dan analisis usaha tani bagi Brigade Pangan. Beliau melihat ini sebagai bagian integral dari upaya memodernisasi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Brigade Pangan tidak hanya dituntut untuk mahir dalam operasional alsintan dan mengoptimalkan lahan, tetapi juga harus memiliki pemahaman yang kuat tentang aspek manajemen usaha,” tegas Santi.

Kepala BBPKH Cinagara, I Gst Made Ngr Kuswandana mengungkapkan pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen BPPSDMP dalam menyiapkan SDM pertanian yang unggul dan professional.

“Para pengelola Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam mewujudkan pertanian modern dan mandiri. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai, kami yakin mereka akan mampu mengoptimalkan pemanfaatan alsintan, mengelola usaha tani dengan baik, dan pada akhirnya berkontribusi signifikan terhadap swasembada pangan nasional,” ucap Made.

Lebih lanjut Made mengungkapkan peran serta peserta pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi selama sesi praktik dan diskusi, menunjukkan semangat mereka untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di lapangan.

“Diharapkan, dengan peningkatan kompetensi ini, Brigade Pangan di Indragiri Hulu dapat semakin aktif dan produktif dalam mendukung program-program peningkatan produksi pertanian dan mendorong minat generasi milenial untuk terlibat dalam sektor pertanian yang modern,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *