MARGOPOST.COM | CINAGARA — Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara kembali melaksanakan kegiatan Pelatihan Teknis Kesehatan Hewan Kambing dan Domba, yang resmi dibuka pada Senin (13/10/2025). Pelatihan ini berfokus pada penanganan kesehatan menyeluruh kambing dan domba di lapangan, mencakup pencegahan penyakit, biosekuriti, deteksi dini, hingga tindakan penanganan kasus klinis pada ternak ruminansia kecil.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam arahannya menekankan bahwa peningkatan kompetensi SDM bidang peternakan, khususnya pada subsektor kesehatan hewan, merupakan salah satu prioritas utama dalam mewujudkan kemandirian pangan dan ketahanan peternakan nasional.
“Kesehatan hewan bukan hanya soal ternak yang sehat, tapi juga tentang menjaga ketahanan pangan, kesejahteraan peternak, dan keamanan produk hewan yang dikonsumsi masyarakat. Kita perlu SDM yang terlatih, tangguh, dan adaptif agar mampu menjawab tantangan di lapangan,” tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pelatihan teknis seperti ini merupakan wujud nyata dari upaya Kementerian Pertanian dalam memperkuat kompetensi vokasional SDM pertanian dan peternakan.
“Pelatihan ini penting karena langsung menyentuh pelaku usaha yang sehari-hari berhadapan dengan ternak. Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengatasi persoalan di lapangan secara mandiri dan profesional,” ujar Santi.
Kegiatan diikuti oleh 26 peserta yang merupakan pelaku usaha peternakan kambing dan domba dari Provinsi Lampung. Pelatihan terselenggara atas kerja sama antara BBPKH Cinagara dan Balai Riset dan Manajemen Peternakan (BRMP) Provinsi Lampung, sebagai bentuk sinergi dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia bidang kesehatan hewan dan peternakan.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan dari berbagai pihak, khususnya BRMP Lampung, yang telah mempercayakan peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan di BBPKH Cinagara.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BBPKH Cinagara. Karena peserta pelatihan ini merupakan pelaku usaha yang langsung berhubungan dengan kambing dan domba, maka materi pelatihan akan kami sesuaikan dengan kondisi riil di lapangan dengan pendekatan problem solving terhadap berbagai tantangan kesehatan hewan,” ujar Inneke.
Lebih lanjut, Inneke menegaskan bahwa kesehatan hewan merupakan aspek fundamental dalam meningkatkan produktivitas peternakan.
“Ketika kesehatan hewan terjaga, maka seluruh faktor pendukung seperti pakan, manajemen kandang, dan reproduksi akan berjalan optimal. Kesehatan hewan yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan produksi dan produktivitas ternak,” tambahnya.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, di Provinsi Lampung — khususnya Kabupaten Tanggamus — populasi ternak kambing menempati posisi tertinggi, diikuti oleh domba. Hal ini menunjukkan pentingnya pelatihan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha peternakan dalam menjaga kesehatan hewan dan keberlanjutan usaha mereka.








