MARGOPOST.COM | Bogor – 21/09/2019 Memasuki era revolusi industri 4.0, berbagai aktivitas sosial, pendidikan, ekonomi dan sebagainya selalu dikaitkan dengan penggunaan mesin-mesin otomasi yang terintegrasi dengan jaringan internet. Kecanggihan teknologi era ini membuat banyak kondisi berubah. Semua sektor bisnis, pendidikan, dan politik telah berevolusi, termasuk sector pertanian.
Kementerian Pertanian juga terus berkembang di era revolusi 4.0 baik dari segi infrastruktur, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Widyaiswara sebagai pencetak SDM yang professional, mandiri, dan berdaya saing di sektor pertanian juga dituntut untuk bertranformasi di era revolusi 4.0. Pusat Pelatihan Pertanian, (PUSLATAN) Kementerian Pertanian menyelenggarakan Uji Kompetensi dan pelatihan penjenjangan menengah ini digelar di BBPKH Cinagara pada tanggal 20-21 September 2019.

Uji Kompetensi penjenjangan menengah merupakan persyaratan bagi widyaiswara yang akan naik jenjang lebih tinggi dari muda ke madya. Pada uji kompetensi Pelatihan Kewidyaiswaraan Penjenjangan Tingkat Menengah, yang diikuti oleh 30 orang Widyaiswara ahli Muda. Para Peserta berasal dari 9 UPT Kementerian Pertanian, yang terdiri dari: BBPP Batangkaluku 4, BBPP Batu 4, BBPP Ketindan 4, BBPP Binuang 4, BBPKH Cinagara 4, BBPP Lembang 4, BPP Jambi 3, BBPP Kupang 1, dan BPP lampung 1.
Kepala BPPSDM Pertanian Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr, memberikan Arahan “ Uji Kompetensi ini merupakan standar penilaian kompetensi dan kemampuan widyaiswara, bila ada widyaiswara yang tidak lulus sebaiknya mundur saja sebagai widyaiswara, bagaimana akan menghasilkan SDM yang kompeten bila widyaiswara tidak kompeten”.
Kepala PUSLATAN Ir. Bustanul Arifin Cahya, M.DM. juga berharap, “Para widyaiswara berperan menghasilkan Sumber daya Manusia pertanian yang mandiri dan berjiwa entrepreneur, tidak hanya itu kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Lembaga pelatihan sehingga dapat mendukung kegiatan program strategis kementerian pertanian khususnya dibidang penyelenggaraan pelatihan.”
Hal ini juga didukung dengan pernyataan Kepala BBPKH Cinagara Drh. Wisnu Wasisa Putra, MP, “Kompetensi yang harus dikuasai oleh widyaiswara yakni Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran, Kepribadian, Sosial, dan Subtantif. Dengan menguasai ke empat hal tersebut diharapkan widyaiswara dapat menghasilkan Sumber daya manusia pertanian yang Profesional mandiri dan berdaya saing di era industri 4.0 ini. Dimulai dari kegiatan pelatihan penjenjangan uji kompetensi ini yang berkembang dibandingkan pelatihan penjenjangan sebelumnya pelatihan sebelumnya hanya klasikal dan pengujian saja. pelatihan penjenjangan uji kompetensi kali ini menerapkan metode blended learning yaitu kombinasi antara e-Learning dan juga In-Class dan disertai monitoring sehingga Uji Kompetensi ini merupakan sarana tranformasi widyaiswara untuk menghadapi era revolusi 4.0. tuturnya









