BBPKH KEMENTAN MENGUJI KOMPETENSI MILENIAL UNS MELALUI SERKOM JURU SEMBELIH HALAL

MARGOPOST.COM | Bogor – Keterampilan dalam penyembelihan hewan ternak secara halal ternyata tidak cukup hanya dengan menyembelih dan memotong dagingnya saja. Setidaknya ada 13 kompetensi yang harus dimiliki oleh Juru Sembelih Halal (Juleha) untuk mendapatkan sertifikat profesional sebagai Juleha

Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus memastikan bahwa ketersediaan pangan terutama untuk pangan halal hasil peternakan. Salah satu upaya yang dilakukan dengan peningkatan populasi ternak, pengembangan teknologi reproduksi, serta peningkatan sumber daya manusia pertanian. Sehingga kebutuhan pangan tetap terjamin agar tak ada satu orang pun yang luput pemenuhan kebutuhan pangannya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam sebuah kesempatan mengatakan bahwa sumber daya manusia pertanian harus terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. “Pertanian harus terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Salah satu parameter melalui sertifikasi, momentum ini harus di manfaatkan sebaik-baiknya,“ ujar SYL.

Senada dengan Mentan, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, “Sumber daya menusia pertanian merupakan titik awal untuk kemajuan Pertanian Indonesia dan BPPSDMP menjadi garda terdepan dalam peningkatan kapasitas SDM Pertanian”. Salah satunya dibuktikan melalui sertifikasi. Sertifikasi profesi pertanian ini digawangi oleh Lembaga sertifikasi pertanian dan tempat uji kompetensi.

Tempat Uji Kompetensi (TUK) Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara bekerjasama dengan Sekolah Vokasi UNS Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Sertifikasi Kompetensi Profesi Juru Sembelih Halal Bagi Mahasiswa Jurusan Budidaya Ternak yang diselenggarakan pada tanggal 22 sampai dengan 25 Agustus 2023 yang diikuti oleh 40 orang peserta dari Fakultas Pertanian Jurusan Peternakan.

Hadir pada acara tersebut yaitu Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si. beserta jajaran, Dekan Sekolah Vokasi UNS Drs. Santoso Tri Hananto, M.Acc., Ak. beserta jajaran dan perwakilan dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) serta Asesor Juleha.

Lembaga Sertifikasi Profesi yang pada kesempatan ini diwakili oleh Dr. M. Apuk Ismane, SPi., M.Si. menjelaskan terkait SKKNI kompetensi Juleha yang harus memahami dan wajip menguasai segala hal tentang kehalalan produk pangan, sejak darimana hewan berasal, syariat penyembelihan, dan selalu memperhatikan kesrawan pada saat penyembelihan hewan. Ketersediaan SDM profesi Juleha tidak sebanding kebutuhan seorang Juleha yang sangat tinggi. Sehingga peluang berprofesi sebagai Juleha masih sangat luas seiring dengan industri halal yang juga semakin meningkat. Dalam hal ini Indonesia masih menduduki peringkat teratas sebagai konsumen halal yaitu 11,4% dari kosumen global dunia.

Pada kesempatan yang sama Dekan Sekolah Vokasi UNS Drs. Santoso Tri Hananto, M.Acc., Ak. menyampaikan harapan kegiatan serkom Juleha selain tentunya untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, juga kedepan kerjasama dapat berlanjut dan ditingkatkan melalui serkom profesi lainnya yang menunjang program pembangunan nasional.

Dalam arahannya, Kepala BBPKH Cinagara Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si. mengungkapkan bahwa “Kompetensi seorang Juleha terbagi menjadi dua kategori besar yaitu pengembangan profesionalitas dan pengelolaan penyembelihan. Pada kategori pengembangan profesionalitas ada tujuh kompetensi yang harus dimiliki. Sedangkan kategori pengelolaan penyembelihan ada 6 hal yang perlu dikuasai. Sementara itu Tugas seorang asesor adalah selain melakukan asesi, juga sekaligus menjaga kondisi tetap kondusif. Dengan demikian semua bisa berjalan efektif, tercapai tujuan dan peserta dalam keadaan sehat serta kompeten,” ungkapnya seraya membuka kegiatan secara resmi [HUMAS BBPKH-23/08/2023].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *