BPPSDMP KEMENTAN MENDUKUNG SDM MEWUJUDKAN PANGAN HALAL INDONESIA TAHUN 2024

MARGOPOST.COM | Bogor – Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13/Permentan/OT.140/1/2010 menyatakan bahwa  persyaratan Rumah Potong Hewan Ruminansia dan Unit Penanganan Daging (Meat Cutting Plant) harus memenuhi persyaratan teknis, lokasi, sarana pendukung, tata letak, desain, dan konstruksi, serta persyaratan hygiene dan sanitasi sesuai standar baku. Dalam rangka menjamin bahwa karkas, daging, dan jeroan yang dihasilkan oleh RPH dan UPD memenuhi kriteria aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) maka setiap RPH/UPD wajib mempekerjakan paling kurang satu orang tenaga ahli pemotong daging berdasarkan topografi karkas (Butcher). Namun demikian, saat ini RPH dan UPD di Indonesia belum banyak memiliki tenaga ahli Butcher yang kompeten dan bersertifikat seperti yang dibutuhkan pasar. Hal ini menyebabkan posisi tersebut masih diisi oleh tenaga asing.

Menteri Pertanian Republik Indonesia Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo. SH., M.Si. MH. dalam berbagai kesempatan mengungkapkan “Pemerintah berperan memastikan pangan yang aman dan berkualitas bagi rakyatnya, petani dan peternak memastikan penerapan cara bertani/beternak yang baik, pelaku usaha pengolahan pangan menjamin pangan diproses secara aman, dan masyarakat konsumen memastikan terpenuhi hak-nya dalam memperoleh pangan yang aman, sehat dan bergizi, dengan perannya dalam memilih, menangani dan mengolah pangan dengan cerdas dan benar”, ungkapnya.
Kepala BPPSDMP Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr. pada kesempatan berbeda menjelaskan “Keberhasilan pembangunan pertanian tak lepas dari peran semua pihak. SDM Pertanian memberikan kontribusi yang cukup baik dalam mendukung program pembangunan pertanian. Dalam mewujudkan hal tersebut BBPSDMP menekankan kepada UPT Pelatihan untuk berperan aktif dalam mewujudkan perannya selaku penyelenggara pelatihan yang secara langsung terjun dalam meningkatkan kapasitas SDM Pertanian”. Ujarnya.

Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara sebagai balai pelatihan di bidang kesehatan hewan senantiasa berperan aktif dalam mensukseskan program Kementerian Pertanian. Salah satu peran penting BBPKH Cinagara yaitu menjamin mutu setiap pelaksanaan pelatihan dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM berbagai profesi baik aparatur maupun non aparatur di Indonesia.
Berkaitan dengan hal tersebut BBPKH Cinagara Bekerjasama dengan PT. Pragas Gadatama dalam penyelenggaraan kegiatan kerjasama Pelatihan maupun Sertifikasi Profesi Butcher.
Pada hari Senin, 24 Juli 2023 BBPKH Cinagara kembali menyelengaranan Pelatihan Butcher Lever Junior. Peserta yang berjumlah 12 orang akan dilatih dan apabila memenuhi syarat, maka peserta tersebut akan melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu Sertifikasi Kompetensi Profesi Butcher.
Hadir pada acara pembukaan Kepala BBPKH Cinagara Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si, beserta Unsur Pimpinan dan Widyaiswara. Direktur PT Pragas Gadatama Ridho Ali, ST., MT. turut menghadiri kegiatan. Dalam sambutannya disampaikan bahwa melalui Pelatihan Butcher yang dilaksanakan secara kontinyu dengan BBPKH Cinagara kana memenuhi target 1000 butcher bersertifikat yang nantinya dapat disalaurkan sampai ke luar negeri. Mengingat potensi Butcher di luar negeri sangat besar, begitupun di dlalam negeri dimana profesi butcher sangat dibutuhkan dan berasarkan data skala profesi Butcher masih belum memenuhi kebutuhan.


Dalam waktu dekat PT Pragas Gadatama juga akan akan melaksanakan pelatihan serta Sertifikasi Kompetensi Profesi Butcher Level Senior. Dengan adanya partisipasi dan kontribusi BBPKH Cinagara, maka lal tersebut tentunya akan sangat mendukung program nasional dalam memenuhi kebutuhan pangan halal indonesia.
Sementara itu dalam sambutan dan arahannya Kepala BBPKH Cinagara Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si. menyampaikan bahwa adanya penyempurnaan kualitan pada setiap pelaksanaan kegiatan. Kendala yang dihadapi adalah sosialisasi yang lemah, sehingga ketika konsumen kesulitan mencari daging yang berkualitas dikarenakan minimnya informasi dimana lokasi tersedia daging berkualitas tersebut. Salah satu penyebabnya adalah terbatasnya tenaga butcher yang ada di lapangan.

Selain itu bagaimana rekrutmen dan promosi butcher di masyarakat maupun perguruan tinggi masih lemah. Namun apabila ada terbentuk komunitas Butcher, Juleha maupun Inseminator akan menjadi sumber informasi bagi masyarakat, kaum milenial pergutuan tinggi. Dengan demikian edukasi informasi profesi yang dibutuhkan di lapangan serta pekerjaan berpenghasilan yang menjanjikan akan tersampaikan secara siatemaris. Apabila sudah terbentuk pola demikian maka ketika peserta akan mengikuti pelatihan, sejak awal calon peserta pelatihan tersebut minimal sudah menguasai teori dengan berbekal wawasan tersebut.
Kegiatan Pelatihan Butcher Level Junior dibuka secara resmi oleh Kepala BBPKH Cinagara yang selanjutnya ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis didampingi oleh Direktur PT Pragas Gadatama, Kepala Bagian Umum serta Widyaiswara BBPKH Cinagara.

Diharapkan kerjasama yang tealh dijalin peningkatan kompetensi di BBPKH Cinagara selain berbasis kesehatan hewan, juga berbasis kompetensi dan terukur. BBPKH Cinagara selalu mengambil momentum yang sangat penting dan terus berupaya meningkatkan serta memperluas kerjasama dengan stakeholder. Sehingga akan sangat strategis apabila momentum pelatihan dijadikan sarana untuk menyamakan persepsi dan menguatkan legalitas preferensi.
Sementara itu Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Dr. Muhammad Amin, S.Pi., M.Si memberikan arahan khususnya kepada peserta “Berlatihlah secara bersungguh-sungguh, menggali ilmu sedalam-dalamnya. Tentunya dengan adanya kesempatan berlatih di BBPKH Cinagara diharapkan memanfaatkan peluang-peluang profesi yang apabila telah mengantongi sertifikasi profesi Butcher sebagai legalitas formal untuk mengembangkan jangkauan profesi baik di dalam maupun di luar negeri”. ungkapnya  seraya membuka kegiatan secara resmi. (Humas BBPKH, 03/07/2023)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *