MARGOPOST.COM | Bogor – Inseminasi Buatan merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian dalam rangka meningkatkan populasi nasional melalui optimalisasi penggunaan bibit pejantan unggul sehingga kebutuhan daging dapat terpenuhi.
Pada sebuah kesempatan Menteri Pertanian Republik Indonesia Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo. SH., M.Si. MH. menyampaian “Pelaksanaan Inseminasi Buatan merupakan satu dari empat kontribusi dan peran serta Kementan dalam program penyerahan integrasi 21 program pemberdayaan lintas kementerian untuk reforma agraria. Ada 5 kementerian yang terlibat. Kementan, KKP, Kemenkopukm, Kemendesa PDTT, ATR-BPN”. Kata Mentan.
Selain itu Mentan menambahkan “Akselerasi bibit unggul dan berkualitas merupakan perintah Presiden dalam memenuhi kebutuhan gizi hewani masyarakat Indonesia”. Imbuhnya.
Selaras dengan Mentan, Kepala BPPSDMP Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr. menegaskan “Pangan itu masalah hidup dan mati suatu bangsa, maka untuk masalah pangan kita harus serius berjuang habis-habisan kalau Indonesia ingin tetap survive didunia internasonal, maka pangan Indonesia tidak terganggu sedikitpun, diatur orang lain, dan tergantung orang lain. Kalau pangan kita masih tergantung, itu berbahaya”. Tegas Dedi.
Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara sebagai satu-satunya balai pelatihan di bidang kesehatan hewan di Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Teknis Inseminasi Buatan yang diikuti oleh 19 orang peserta dengan biaya mandiri.
Kegiatan diselenggarakan pada tanggal 20 Agustus sampai dengan 09 September 2023. Peserta berasal dari 6 (enam) Provinsi di Indonesia yaitu : 2 (dua) orang dari Provinsi Riau; 5 (lima) orang dari Provinsi Bengkulu; 1 (satu) orang dari Provinsi Sumatera Barat; 3 (tiga) orang dari Provinsi Lampung; 1(satu) orang dari Provinsi Provinsi Jawa Tengah; dan 7 (tujuh) orang dari Provinsi Jawa Timur.
Fasilitator pada pelatihan ini selain berasal dari Widyaiswara BBPKH Cinagara, KPSBU Lembang dan BPPSDMP. Metode pelatihan yang diterapkan yaitu ceramah dan tanya jawab, diskusi, demonstrasi serta praktek dan kunjungan lapang.
Dalam sambutan dan arahannya, Kepala BBPKH Cinagara Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si. menyampaikan bahwa BBPKH Cinagara sangat berterima kasih atas kepercayaan dari peserta untuk dilatih di BBPKH Cinagara Bogor. Pelatihan IB tentunya mempunyai peran yang sangat strategis dalam peningkatan produksi dalam konteks populasi. Hal tersebut selaras dengan program Menteri Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan nama program yang sangat pupuler yaitu SIKOMANDAN atau Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri yang merupakan reinkarnasi dari program SIWAB atau Sapi Indukan Wajib Bunting.
Selain itu Kepala BBPKH Cinagara menegaskan pula “Peningkatan populasi dan produksi terus digenjot untuk mengurangi impor daging sapi dari luar. Seperti diketahui beberapa waktu yang lalu marak wabah PMK dan LSD di beberapa wilayah Indonesia yang berdampak pada menurunnya produktivitas. Oleh karena itu melalui Pelatihan Teknis IB, BBPKH senantia berupaya melahirkan alumni dengan skill yang baik serta peningkatan pengetahuan dan sikap juga baik, sehingga mampu menjadi seorang Inseminator idola di wilayah kerja masing-masing. Dengan demikian ilmu dan keterampilan yang diperoleh akan banyak membawa manfaat serta berkontribusi terhadap peningkatan populasi ternak dan menjadi bukti dalam rangka mendukung program pertanian nasional pada konteks menjaga ketahanan pangan”. [Humas BBPKH – 21/08/2023].











