MARGOPOST.COM | Jakarta—Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pihak swasta mengembangkan Bekraf Creative District (BCD) yang merupakan kawasan ekonomi kreatif terpadu.
Kepala Bekraf, Triawan Munaf menyampaikan keberadan kawasan ekonomi kreatif terpadu ini merupakan harapan dari Presiden, Joko Widodo untuk mendukung pengembangan ekosistem ekraf. Hingga saat ini, rencana pengembangan tersebut masih digodok.
“BCD rencananya akan berada di lahan seluas 5 ha yang terpisah tapi masih dalam satu kota, jadi akan ada BCD Kuliner, BCD Film, dan lainnya. Misalnya BCD Film akan dilengkapi dengan studio film hingga sekolah film, begitu juga dengan BCD Musik juga akan ada studio musik dan juga sekolah musik. Lahannya sudah ada tapi akan dikembangkan lagi,” ungkap Triawan di kegiatan Sosialisasi Rindekraf di Gedung Perpustakaan Nasional, Senin (15/7/2019).
Dia mengatakan pengembangan BCD ini akan fokus ke dalam enam subsektor ekraf, yakni tiga subsektor unggulan (kuliner, kriya, dan fesyen) serta tiga subsektor prioritas (musik, aplikasi dan gim, serta film, animasi dan video). Tak hanya BUMN dan swasta yang digandeng, asosiasi dari seluruh subsektor ekonomi kreatif juga akan dilibatkan.
“Target dalam waktu dekat adalah menyusun masterplan sehingga ketika perencanaan sudah matang akan semakin banyak investor yang tertarik untuk mengembangkan dan menghidupkan kawasan ini dengan adanya hotel dan lainnya. Pembangunan direncanakan dimulai di tahun depan,” imbuhnya.
Tak hanya menjadi kawasan terpadu ekonomi kreatif, BCD juga akan dilengkapi dengan fasilitas umum lainnya, seperti kompleks perumahan, sekolah dan lainnya. Hal ini mengingat tidak mudah untuk membuat pelaku ekonomi kreatif yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia untuk bisa berkumpul dalam satu kawasan jika tidak ada sarana penunjang lainnya.
“Penyediaan sarana pengembangan ekonomi kreatif itu satu hal, dan menarik pelaku kreatif untuk pindah ke kawasan tersebut merupakan hal yang berbeda. Oleh karena itu, kawasan tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas umum, seperti sekolah jadi pengembangan kawasan harus dipadukan dengan pengembangan kota yang lengkap,” terangnya.
Terkait pendanaan, Triawan menjelaskan bahwa pengembangan kawasan ini sebagian besar menggunakan dana swasta dengan melibatkan berbagai pihak, seperti pengembang properti, investor, dan BUMN. Meski diakuinya akan ada dana pengembangan yang dilokasikan oleh Bekraf./Bekraf









