MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertanian saat ini harus memenuhi tantangan. “Tantangan utama pertanian adalah memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat. Untuk mendukung hal itu, semua potensi harus dimaksimalkan, termasuk penggunakan teknologi serta memaksimalkan program-program Kementan,” katanya. Terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan jika hal terpenting yang harus dilakukan saat ini adalah meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM pertanian. “Mengapa penting? Karena SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas. Jika ingin produktivitas meningkat, berarti tingkatkan dahulu kualitas SDM-nya,” tutur Dedi.
Dinas Peternakan kabupaten Sukabumi mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Santri Preneur. Pada kesempatan ini kegiatan dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2022 yaitu dengan mengundang para santri di pondok Pesantren yang ada di daerah Nagrak, kegiatan ini dalam rangka mendukung kegiatan One Pesantren One Product (OPOP) Tingkat Propinsi Jawa Barat, kegiatan di laksanakan di Pondok Pesantren Asy-Sythibiyah kampung Bojongkawung Desa Girijaya Kec Nagrak Kab Sukabumi, kegiatan yang dilaksanakan adalah budidaya Ternak Unggas dalam Good Farming Practice, peserta sebanyak 25 orang dari berbagai pondok pesantren di wilayah Nagrak, BBPKH diminta menjadi Narasumber pada kegiatan ini, para santri di ajarkan komoditi Ayam Joper dan ternak Puyuh.
Hadir dalam pembukaan pelatihan adalah Sekretaris Dinas Peternakan Kab Sukabumi, drh Asep Kurniadi, Bapak Lurah Nagrak Ujang Shihab, Bapak Camat, UPTD wil Cibadak ibu Sri Purnamasari sebagai Kepala UPTD, dan Ka BPP Nagrak adalah bapak Maman. Peserta yang mengikuti sangat antusias karena mereka ingin belajar tentang ternak unggas, salah satu peserta bernama pak ahmad bliau adalah ketua ponpes Asy Asytabhiah sudah memiliki ayam joper 700 ekor dimana Ayam joper tersebut umur 2 bulan sudah panen, dan di jual karkas, ada beberapa juga di olah sebagai Nugget, kemudian Pengolahan kotoran hewan menjadi nugget dan silase hijauan. Para peserta dalam kegiatan ini melaksanakan praktek melakukan biosecurity di kandang ayam Joper , melakukan Sexing, dan melakukan pengenalan bahan baku pakan.
Para santri dan ketua ponpes berharap mereka tetap bisa mengaplikasikan ilmu yang di dapat dalam beternak taninya dan bisa menjadi juara dalam kegiatan OPOP 2022 ini, Wilmy Rahmah W, widyaiswara bbpkh mengatakan bahwa kegiatan ini sangat efektif dan sangat baik karena para santri milenial sangat membutuhkan pemahaman tujuh sapta usaha taninya sehingga dengan diadakan bintek ini sangat membantu mereka karena mereka bisa langsung praktek dan diskusi langsung dengan narasumber.









