MARGOPOST.COM | Cianjur – Tugas peningkatan kualitas SDM Pertanian merupakan tugas bersama lintas sektor yang perlu diupayakan bersama-sama antara pihak pemerintah, swasta, dan juga masyarakat. Hal ini yang selalu ditekankan oleh Menteri Pertanian, Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., M.H dalam beberapa kesempatan, dimana Mentan menyatakan sudah saatnya pembangunan SDM Pertanian digarap bersama-sama Sdvance dan semua stakeholder sektor pertanian. Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi yang menyampaikan bahwa, “SDM berkualitas menjadi salah satu faktor pengungkit keberhasilan program yang dijalankan. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor. “Upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian memerlukan dukungan dan sinergi dari banyak pihak,” kata Dedi.
Kementerian Pertanian Pertanian (Kementan) melalui program YESS, telah menetapkan sejumlah instruktur/pelatih dari institusi/lembaga dilingkungan Kementan untuk menjadi Master Trainer. Master Trainer tersebut bertugas untuk melatih para instruktur/pelatih lainnya yang pada akhirnya akan diberdayakan untuk melaksanakan bermacam macam jenis pelatihan kepada penerima manfaat baik pelatihan yang bersifat umum, keterampilan dibidang pertanian, maupun kewirausaan.
Dalam upaya meningkatkan kapasitas, kemampuan dan teknis para Master Trainer (MT) dalam melaksanakan program dan kegiatan pelatihan secara profesional, maka Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Cianjur menyelenggarakan Pelatihan Lanjutan (Advance Training) bagi Master Trainer pada tanggal 14 – 18 November 2022. Peserta MT terdiri dari Widyaiswara, Dosen dan Guru yang berasal dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan serta Sulawesi Selatan dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 32 orang.
Dalam pelatihan ini, peserta menerima materi pelatihan sebanyak 45 JP yang terdiri dari materi umum 3 JP, materi pokok 38 JP serta materi penunjang 4 JP. Materi umum terdiri dari kebijakan dan orientasi kegiatan. Materi pokok berisi tentang global entrepreneur, konten kreatif digital, analisis modul diklat dan pemagangan, model–model pembelajaran/pelatihan serta evaluasi dalam pelatihan. Materi penunjang terdiri dari refleksi dan penyusunan rencana tindak lanjut serta evaluasi penyelenggaraan.
Bertempat di ruangan sidang besar BBPPMPV Pertanian Cianjur, pelatihan ditutup secara resmi oleh Kepala BBPPMPV yang diwakili oleh Koordinator Penjamin Mutu dan Fasilitas Peningkatan Kompetensi , Mulyono, S.Sos, M.MPd didamping oleh Sub Koordinator Penjamin Mutu , Drs Supriyadi, MT dan Sub Koordinator Penyelenggaraan PTK , Husni Tamrin, SP. M.Ed.
Turut hadir sebagai peserta dalam pelatihan ini, dua Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor, Yuniawan, S.Pt, M.Sc. dan Adi Rakhman, M.Si . Diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi Widyaiswara tersebut dalam mengembangkan metodologi pembelajaran sesuai dengan materi yang diberikan waktu pelatihan (YNW- AR)






