MARGOPOST.COM | CINAGARA – Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara menerima kunjungan dari jajaran Lembaga Sertifikasi Profesi Kesehatan Hewan (LSP Keswan), Rabu (25/06/2025), dalam rangka menjajaki kerja sama strategis di bidang pelatihan dan sertifikasi kompetensi kesehatan hewan.
Dalam kunjungan tersebut, hadir Wakil Direktur LSP Keswan, Shinta Rizanti Binol, dan Ketua Komite Skema, Surya Agus Prihatno. Kunjungan ini bertujuan menjajaki kerja sama strategis dalam pelatihan dan sertifikasi kompetensi di bidang kesehatan hewan, khususnya skema reproduksi seperti Inseminasi Buatan (IB), ATR, dan Paramedik Veteriner.
Kerja sama ini mencakup pelatihan yang akan dilaksanakan di BBPKH Cinagara, sementara sertifikasi kompetensi (Serkom) dilakukan oleh LSP Keswan. Kedua pihak juga menekankan pentingnya keselarasan skema pelatihan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), demi mendukung validitas dan pengakuan hasil asesmen.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam pernyataannya menegaskan bahwa ada kunci yang perlu dipegang teguh oleh SDM pertanian kita, yakni memiliki kompetensi yang mumpuni.
“Bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil”, tegas Mentan Amran.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan pentingnya sinergi antara pelatihan dan sertifikasi.
“Peningkatan kapasitas SDM pertanian hendaknya dapat menjangkau para generasi milenial dan generasi Z”, jelas Santi.
Sebagai langkah lanjutan, BBPKH Cinagara akan melakukan koordinasi dengan LSP Pertanian untuk memperjelas pedoman teknis kerja sama. LSP Keswan juga diharapkan menyusun nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar hukum kerja sama jangka panjang.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar pembangunan SDM unggul di sektor pertanian, khususnya dalam bidang kesehatan hewan, yang menjadi komponen vital dalam ketahanan pangan nasional.








